Wajah Langit Jonggol: Awan Pelangi Menyapa di Tengah Hujan
Gambar atau konten salah?
01 Mei 2026, pukul 14.22 WIB, langit Jonggol tidak sepenuhnya cerah. Awan menggantung dengan komposisi tak biasa, sebagian gelap, sebagian masih ditembus cahaya. Di tengah kondisi setengah mendung, muncul semburat warna menyerupai pelangi, meski tidak berada di lengkungan yang lazim.
Ahmad Baehaqy Pratama, pemuda berusia 21 tahun, pertama kali menyadari fenomena ini saat melintas di Jalan Jeprah. Ia mengendarai sepeda motor pulang ketika pandangannya tertarik ke sisi langit sebelah kanan. "Belum hujan, tapi di sebelah kanan kayak ada pelangi," ujarnya.
Warna itu tampak samar namun membentuk spektrum jelas, seperti bias cahaya yang menempel di awan. Fenomena ini bukan pelangi utuh yang muncul setelah hujan, melainkan serpihan warna yang muncul di sela‑sela langit yang belum sepenuhnya gelap. Ahmad tidak langsung berhenti. Ia terus melaju meski sesekali melirik ke arah langit. Saat itu, bahan bakar motornya sudah menipis, memaksanya tetap fokus untuk segera sampai ke tujuan.
Namun, sekitar 40 menit kemudian, saat perjalanan masih berlangsung, fenomena tersebut belum sepenuhnya hilang. Di beberapa titik jalan, kerumunan warga mulai terlihat berkumpul. "Banyak warga yang foto, malah hampir mau macet. Pada berhenti, turun dari motor buat motoin," kata Ahmad.
Pemandangan di jalan pun berubah. Sejumlah pengendara memperlambat laju kendaraan, sementara sebagian lain memilih menepi. Mereka mengarahkan kamera ponsel ke langit, mencoba menangkap momen langka tersebut. Aktivitas lalu lintas sempat tersendat, bukan karena kecelakaan, melainkan akibat rasa ingin tahu yang besar dari masyarakat.
Berdasarkan laman https://www-nesdis-noaa-gov yang dikelola Departemen Perdagangan Amerika Serikat, fenomena yang terlihat itu diduga sebagai awan pelangi atau cloud iridescence. Ini merupakan peristiwa optik yang terjadi ketika cahaya matahari terhambur oleh tetesan air atau kristal es kecil di dalam awan.
Warna‑warna yang muncul sering kali tidak membentuk lengkungan sempurna seperti pelangi biasa, melainkan menyebar mengikuti bentuk awan. Fenomena ini menunjukkan bahwa awan pelangi dapat muncul di tengah cuaca tidak sepenuhnya cerah, menambah keindahan langit di Jonggol.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
DPRD Bogor Ubah Peraturan Daerah ke Braille Hari Jadi ke-544
Kementerian Sosial Buka 5.127 Posisi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026
Ayi Solehudin Ditemukan di Gunung Salak setelah 2,5 Tahun
Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ternyata Miliki Aset Berlimpah
Rupiah Jatuh 14.000, Pasar Saham Turun 4.1%, Risiko Kredit
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Turun di Bawah Rp18.000
Berita Terbaru
Ekshibisi AI Kembali Jadi Cabang OSN 2026, Siap Menguji Siswa
Puspresnas Ungkap Foto Soal OSN 2026, Ponsel Diizinkan
IHSG Turun 3,48% di Sesi I, Saham Bank Jatuh Signifikan
Gempa 4,8 M di Manokwari, Papua Barat, Dirasakan MMI II‑III
Prabowo Tegaskan MBG: Tetap Utuh, Tanpa Korupsi, Porsi Aman
Kenaikan Harga Minyakita Tertinggi Disepakati, Waktu Belum
