Wajah Langit Jonggol: Awan Pelangi Menyapa di Tengah Hujan

Fitri A. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 79 dibaca
Bisik.id
Wajah Langit Jonggol: Awan Pelangi Menyapa di Tengah Hujan

Gambar atau konten salah?

01 Mei 2026, pukul 14.22 WIB, langit Jonggol tidak sepenuhnya cerah. Awan menggantung dengan komposisi tak biasa, sebagian gelap, sebagian masih ditembus cahaya. Di tengah kondisi setengah mendung, muncul semburat warna menyerupai pelangi, meski tidak berada di lengkungan yang lazim.

Ahmad Baehaqy Pratama, pemuda berusia 21 tahun, pertama kali menyadari fenomena ini saat melintas di Jalan Jeprah. Ia mengendarai sepeda motor pulang ketika pandangannya tertarik ke sisi langit sebelah kanan. "Belum hujan, tapi di sebelah kanan kayak ada pelangi," ujarnya.

Warna itu tampak samar namun membentuk spektrum jelas, seperti bias cahaya yang menempel di awan. Fenomena ini bukan pelangi utuh yang muncul setelah hujan, melainkan serpihan warna yang muncul di sela‑sela langit yang belum sepenuhnya gelap. Ahmad tidak langsung berhenti. Ia terus melaju meski sesekali melirik ke arah langit. Saat itu, bahan bakar motornya sudah menipis, memaksanya tetap fokus untuk segera sampai ke tujuan.

Namun, sekitar 40 menit kemudian, saat perjalanan masih berlangsung, fenomena tersebut belum sepenuhnya hilang. Di beberapa titik jalan, kerumunan warga mulai terlihat berkumpul. "Banyak warga yang foto, malah hampir mau macet. Pada berhenti, turun dari motor buat motoin," kata Ahmad.

Pemandangan di jalan pun berubah. Sejumlah pengendara memperlambat laju kendaraan, sementara sebagian lain memilih menepi. Mereka mengarahkan kamera ponsel ke langit, mencoba menangkap momen langka tersebut. Aktivitas lalu lintas sempat tersendat, bukan karena kecelakaan, melainkan akibat rasa ingin tahu yang besar dari masyarakat.

Berdasarkan laman https://www-nesdis-noaa-gov yang dikelola Departemen Perdagangan Amerika Serikat, fenomena yang terlihat itu diduga sebagai awan pelangi atau cloud iridescence. Ini merupakan peristiwa optik yang terjadi ketika cahaya matahari terhambur oleh tetesan air atau kristal es kecil di dalam awan.

Warna‑warna yang muncul sering kali tidak membentuk lengkungan sempurna seperti pelangi biasa, melainkan menyebar mengikuti bentuk awan. Fenomena ini menunjukkan bahwa awan pelangi dapat muncul di tengah cuaca tidak sepenuhnya cerah, menambah keindahan langit di Jonggol.

pelangi awancloud iridescencelangit JonggolAhmad Baehaqy Pratamafenomena optikcahaya mataharikristal es

Komentar

Memuat komentar...