Wakil Presiden Tinjau Bendungan Bagong, Janji Pengerjaan Lahan

Rini S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 119 dibaca
Bisik.id
Wakil Presiden Tinjau Bendungan Bagong, Janji Pengerjaan Lahan

Gambar atau konten salah?

30 April 2026, Wakil Presiden Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung proyek Bendungan Bagong di Trenggalek.

Ia didampingi oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, serta Bupati Trenggalek Mochamad Arifin.

Gibran memantau pembangunan bendungan dari amphiteater PT SAC Nusantara, dan menerima penjelasan progres langsung dari Balai Besar Wilayah Sungai Brantas.

Setelah peninjauan, ia bertemu puluhan kepala desa. Pertemuan yang semula terbuka tiba‑tiba berubah menjadi tertutup, dan beberapa jurnalis diminta meninggalkan lokasi.

“Tadi saya sampaikan terkait Bendungan Bagong ini agar segera diselesaikan, baik itu pembangunan fisik maupun pembebasan lahan karena akan memberikan manfaat yang banyak bagi masyarakat Trenggalek,” ujar Puryono, Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia Trenggalek, pada Kamis (30 April 2026).

Puryono juga meminta pemerintah pusat segera membangun saluran irigasi dari Bendungan Tugu di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Trenggalek. Ia menilai saluran tersebut penting untuk mengalirkan air ke persawahan di bawahnya, demi program swasembada pangan dan ketahanan pangan.

Ia menambahkan agar Jalur Lintas Selatan di Trenggalek segera selesai. Proyek ini dianggap strategis karena akan menjadi akses perekomian baru di selatan Jawa, yang berada kurang 40an kilometer dari pusat.

Puryono berharap pemerintah memberikan tambahan alokasi anggaran desa, karena sebelumnya banyak anggaran terserap untuk mendukung kebijakan pusat.

Gibran Rakabuming Raka menyatakan bahwa semua keluhan masyarakat—mulai KIS PBI, Bendungan Tugu, ruas Jalur Lintas Selatan, hingga pembebasan lahan Bendungan Bagong—akan segera ditindaklanjuti. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat akan mencari solusi terbaik bagi setiap masalah.

Gibran menambahkan: “Terima kasih sudah mendukung penuh program prioritas dan visi‑misi dari Bapak Presiden. Tadi terkait keluhan terkait KIS PBI, Bendungan Tugu, lalu beberapa ruas jalan (JLS), ada berapa? 40‑an kilo tadi yang belum tersambung. Nanti akan segera kami tindak lanjuti.”

Dikonfirmasi terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen Bendungan Bagong Senna Anggadipa Aditama menginformasikan bahwa progres saat ini mencapai 60 persen. Proyek diproyeksikan selesai pada 2019 mendatang, dengan anggaran sekitar Rp2,1 triliun, ditambah Rp600 miliar menjadi Rp2,7 triliun.

Ia mengakui proyek ini molor karena pembebasan lahan belum tuntas dan keterbatasan anggaran pusat. Namun, ia menegaskan bahwa proyek masih berjalan dan berharap pemerintah terus mengalokasikan dana agar dapat segera selesai.

Peninjauan Gibran menyoroti beberapa kebutuhan penting di Trenggalek—pembangunan bendungan, saluran irigasi, jalur lintas, dan alokasi desa—yang memerlukan perhatian dan dana lebih. Pemerintah pusat berjanji akan menindaklanjuti setiap keluhan.

Gibran Rakabuming RakaBendungan BagongTrenggaleksaluran irigasiJalur Lintas Selatananggaran triliunKIS PBIpembebasan lahan

Komentar

Memuat komentar...