Wali Kota Semarang: Hunian Rowosari Siap, Warga Jangli Tetap

Teguh A. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 41 dibaca
Bisik.id
Wali Kota Semarang: Hunian Rowosari Siap, Warga Jangli Tetap

Gambar atau konten salah?

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, berbicara tentang progres pengadaan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak tanah gerak di Jangli, Kecamatan Tembalang, pada 21 April 2026.

Agustina menyatakan bahwa pemerintah kota telah menyiapkan lahan di Rowosari, Tembalang. Ia menanyakan, "(Pemkot Semarang menyiapkan lahan di Rowosari untuk warga Jangli terdampak tanah gerak?) Untuk huntara,".

Ia menegaskan bahwa lahan tersebut disiapkan sesuai kebutuhan huntara, namun warga tetap menginginkan tinggal di Jangli. Ia berkata, "Kita ini dari keinginan pemerintah menyiapkan hunian sementara, tetapi warganya maunya tetap tinggal di Jangli,".

Agustina menjelaskan alasan ekonomi di balik keinginan warga. Ia menyatakan, "Mengapa begitu, karena ini berhubungan dengan ekonominya mereka ada di sekitar situ. Kalau mereka tinggal di Rowosari, tempat kerjanya jadi jauh. Spend money-nya akan lebih tinggi untuk mereka bisa bekerja seperti biasanya,".

Ia menegaskan kesiapan diskusi lebih lanjut jika warga keberatan. Ia menyatakan, "Maka, apapun kita siapkan, kalau masyarakatnya berkeberatan ya kita diskusikan kembali, tapi mudah-mudahan itu menjadi solusi. Karena kalau masyarakatnya nggak mau, mereka akan kembali ke situ (Jangli),".

Agustina menambahkan bahwa pemerintah kota sedang berkoordinasi dengan Pemprov Jateng dan Kementerian Perumahan untuk menemukan solusi terbaik bagi warga Jangli. Ia berkata, "Kita sedang pikirkan lebih lanjut dan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan Kementerian Perumahan, mudah-mudahan kita bisa bisa mendapatkan yang terbaik untuk masyarakat,".

Seorang ketua RT, Joko Sukaryono, menyatakan pada 16 April 2026 bahwa warga masih diperbolehkan tinggal di tenda meski masa pinjam lahan sebelumnya telah habis. Ia mengungkapkan, "Untuk kondisi tanggal 16 ini, kita masih tinggal di tenda. Informasinya nanti sambil menunggu proses huntap,".

Joko menjelaskan bahwa warga diperkirakan masih harus bertahan di pengungsian selama satu hingga dua bulan. Ia menambahkan, "Kurang lebih kita 1-2 bulan lagi tinggal di tenda sambil nunggu proses huntap itu sudah siap,".

Ia menegaskan bahwa detail mengenai lahan huntap di Rowosari belum jelas. Ia berkata, "Informasinya (lahan huntap) di Rowosari, tapi detailnya seperti apa, bentuknya bagaimana, kita belum tahu,".

Joko menjelaskan bahwa hanya warga terdampak yang berhak mendapatkan huntap, yaitu 17 rumah, 23 kepala keluarga, dan 63 jiwa. Ia menambahkan, "Itu (63 jiwa) termasuk bayi baru lahir dan wanita hamil. (Mekanisme huntapnya nanti mengangsur atau bagaimana?) Kita belum tahu skemanya, yang jelas setelah kemarin 1 minggu sebelumnya kita mencari kejelasan, nggak ada kejelasan,".

Ia juga mengungkapkan bahwa warga telah membuat rencana alternatif. Ia berkata, "Makanya kemarin kami sempat membuat plan A plan B, kami kembalikan ke rumah masing-masing, akhirnya dapat warning dari TNI warga yang terdampak tidak boleh kembali karena ditakutkan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,".

Secara keseluruhan, pemerintah kota Semarang sedang berusaha menyediakan hunian sementara bagi warga Jangli, namun warga lebih memilih tetap tinggal di lokasi asal karena alasan ekonomi. Koordinasi dengan pemerintah provinsi dan kementerian masih berlangsung, sementara warga masih menunggu proses huntara dan tetap tinggal di tenda. Detail mengenai lahan, bentuk hunian, dan mekanisme pembayaran masih belum jelas.

Wali Kota SemarangHunian Sementara (Huntara)Warga JangliLahan RowosariTanah GerakKementerian PerumahanPemprov Jawa TengahTenda

Komentar

Memuat komentar...