Wali Kota Surabaya Tuntut RT/RW Pantau Pendatang Lebaran

Surya B. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 44 dibaca
Bisik.id
Wali Kota Surabaya Tuntut RT/RW Pantau Pendatang Lebaran

Gambar atau konten salah?

Setelah cuti Lebaran usai, para pekerja kembali ke rutinitas harian. Pemerintah Kota Surabaya menegaskan bahwa arus pendatang masih berpotensi menambah urbanisasi, khususnya bagi mereka yang tidak memiliki pekerjaan atau keterampilan.

Wali Kota Eri Cahyadi mengajak RT/RW untuk melakukan pelototan terhadap setiap pendatang yang kembali ke kota setelah Lebaran. Ia menegaskan bahwa arus mudik dapat memicu lonjakan migrasi yang tidak terkontrol.

"Pasca lebaran, kuatkan tali silaturahmi, tingkatkan wilayahnya, penjagaannya, karena kita harus menjaga Surabaya dari urbanisasi," kata Eri kepada wartawan di Balai Kota, Rabu, 25 Maret 2026.

Menurutnya, RT/RW harus aktif memastikan setiap pendatang memiliki identitas yang jelas dan tujuan pasti, termasuk pekerjaan. Data tersebut dianggap penting untuk menjaga stabilitas sosial dan tertib administrasi kependudukan.

"Maka saya mohon kepada RT/RW, kalau ada yang masuk ke dalam Kota Surabaya, tolong dilihat, dipastikan, dia memiliki pekerjaan atau tidak, dan dipastikan bahwa KTP‑nya harus lapor," jelasnya.

Ia menekankan bahwa pendatang yang tinggal di rumah indekos juga wajib melapor. RT/RW harus memperkuat pendataan agar mobilitas penduduk tetap terkontrol.

"Karena kan kalau kos tidak memiliki KTP Surabaya, tapi melaporkan dirinya. Dan ini harus dikuatkan oleh RT/RW, agar Surabaya tidak penuh dengan urbanisasi," pungkasnya.

Inisiatif ini menyoroti keprihatinan kota terhadap migrasi tidak teratur pasca Lebaran, dengan tujuan memastikan setiap pendatang terdaftar dan memiliki pekerjaan, sehingga stabilitas sosial dan administrasi tetap terjaga.

SurabayaUrbanisasiMigrasiRT/RWKTPStabilitas Sosial

Komentar

Memuat komentar...