Wanita Malaysia Pakai ASI untuk Seduh Kopi Suami di Rumah
Gambar atau konten salah?
28 April 2024 – Seorang wanita asal Malaysia menarik perhatian publik setelah mengungkapkan kebiasaan uniknya: menggunakan ASI (air susu ibu) untuk menyeduh kopi suaminya. Pengakuan ini muncul di platform Threads, di mana seorang pengguna menanyakan apakah ada yang pernah mencicipi ASI dan bagaimana rasanya.
Wanita tersebut, yang memilih bersikap santai, menjawab: “Aku pernah mencicipi ASI-ku sendiri. Rasanya sangat manis dan enak, bahkan susu segar kalah.” Jawaban tersebut memicu komentar beragam, mulai dari terkejut hingga penasaran. Ia kemudian mengungkapkan bahwa ia pernah menyeduh kopi dengan ASI untuk suaminya, sebagaimana dikutip dari Weird Kaya pada 28 April 2024.
Menurutnya, suaminya tidak menyadari pada awalnya, namun setelah mencicipi, ia langsung menyukai rasa kopi tersebut. Ia menambahkan bahwa kopi yang dihasilkan terasa lebih kaya dibandingkan kopi biasa. Menurut sumber kesehatan, ASI sering digambarkan memiliki rasa manis ringan dan lembut, yang dapat disamakan dengan mentimun, air gula, melon, es krim leleh, atau madu. Hal ini disebabkan oleh kandungan laktosa tinggi yang memberi sensasi manis alami.
ASI biasanya disarankan untuk bayi karena kandungan nutrisinya yang kaya dan perannya dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, beberapa orang dewasa juga mengonsumsinya, terutama untuk tujuan kesehatan tertentu. Para ahli menekankan bahwa manfaat ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.
Penggunaan ASI dalam minuman kopi ini menambah spektrum inovasi kuliner yang belum banyak dibahas. Meskipun terdengar kontroversial, cerita ini memunculkan perdebatan tentang batasan kreatifitas dalam memasak dan minuman. Di satu sisi, ini menunjukkan bagaimana bahan alami dapat diolah menjadi produk baru. Di sisi lain, hal tersebut menimbulkan pertanyaan tentang etika dan kesehatan.
Secara keseluruhan, kisah ini menyoroti bagaimana kebiasaan sederhana dapat memicu diskusi luas di media sosial. Ia juga mengingatkan bahwa, meski terdengar menarik, setiap inovasi kuliner perlu didukung oleh penelitian ilmiah yang memadai sebelum diadopsi secara luas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Prabowo Tegaskan Ukuran Potongan Ayam di Program MBG
Kari Minang Depok, Gyudon Jakarta, Diet Rendah Sodium Jadi Tren
Telur Ceplok Balado Jadi Pilihan Pagi di Rumah
Tahu: Protein Nabati, Rasa Martabak, Bola, Gejrot Tradisional
Kelas Memasak Mentolo dan Petulo di Jakarta: Tradisi Kue Jawa
Disney Adventure Bayar Rp106.000 Setiap Room Service
Berita Terbaru
Pasangan Ganda Indonesia Kalah di Indonesia Open, Siap Dunia
Harga Emas Antam Palembang Turun Rp2,759.000 per Gram
Harga Emas Antam Medan Turun Rp15.000 per Gram di Medan
Sekolah Jember Siapkan Lapangan Sepak Bola Internasional
Kementerian Sosial Buka 5.127 Posisi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026
BKN Tegaskan Poster CPNS 2026 Hoaks, Cek Sumber Resmi
Kementerian Lingkungan Target Turunkan Emisi CO2 15% 2025
Korea Selatan & Panama Menang Uji Coba Piala Dunia 2026
