Warga Gotong‑Royong Bawa Rina ke Ambulans di Jalan Berbatu
Gambar atau konten salah?
Video yang menampilkan aksi dramatis warga di Kampung Cipicung, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, langsung menarik perhatian publik. Perekaman tersebut menunjukkan bagaimana sejumlah tetangga bersatu untuk menyelamatkan seorang ibu paruh baya yang terpuruk di rumahnya.
Rina Fitri Yulianti adalah korban utama dalam kejadian ini. Ia sedang dalam kondisi fisik sangat lemah, sehingga harus dievakuasi dengan brankar ambulans yang dimodifikasi. Brankar tersebut diikat menggunakan bambu dan tali seadanya, sehingga dapat dipanggul bersama‑sama melewati jalan berbatu yang tidak dapat dilalui kendaraan bermotor roda empat.
Peristiwa ini terjadi pada 14 Juni 2026, ketika warga di sekitar rumah Rina bersatu untuk menyalurkan bantuan. Di tengah keterbatasan akses fisik, bahu para tetangga berfungsi sebagai jembatan penyelamat, memungkinkan Rina mencapai pertolongan medis.
Rina mengalami kondisi medis yang mendesak. Ia sedang lemas karena jahitan bekas operasi yang dijalaninya seminggu lalu tiba‑tiba terbuka. Kondisi ini memaksa warga untuk bertindak cepat, karena ambulans tidak dapat masuk ke rumah secara langsung.
Awalnya, Rina dijadwalkan untuk melakukan kontrol di RS Hasan Sadikin pada 17 Juni 2026. Namun, kondisi darurat membuat evakuasi harus dilakukan lebih awal, sehingga warga memutuskan untuk memodifikasi brankar ambulans agar dapat dipanggul.
Karena mobil tidak bisa masuk, warga berinisiatif memodifikasi brankar ambulans dengan bambu. Mereka menempatkan tali di sekitar brankar, lalu mengangkatnya bersama‑sama menuju titik jemput. Proses ini memerlukan kerja keras dan koordinasi yang baik di antara warga.
Geografi permukiman di daerah tersebut menjadi hambatan utama. Rumah Rina terletak di permukiman tepi perlintasan kereta api dekat Stasiun Sasaksaat. Akses menuju rumah hanya berupa jalan sempit berbatu di pinggir rel, yang hanya dapat dilalui sepeda motor. Jalan ini sangat sulit bagi kendaraan roda empat, sehingga ambulans terpaksa parkir di dekat stasiun.
Jarak tempuh manual mencapai kurang lebih 500 meter. Warga harus menggotong pasien sejauh itu, menggunakan bahu tetangga sebagai penopang. Proses ini memakan waktu dan tenaga, namun berhasil membawa Rina ke tempat yang aman.
Menurut Ketua RW setempat, Setiawan, peristiwa warga sakit yang harus ditandu secara darurat ini bukan pertama kali terjadi. Keterbatasan akses jalan sering kali menjadi kendala bagi layanan kesehatan di wilayah ini.
Menanggapi kejadian tersebut, Bupati Jeje Ritchie Ismail melakukan pendalaman terkait status lahan dan infrastruktur di lokasi kejadian. Ia menjelaskan bahwa akses utama warga merupakan jalur sepanjang 500 meter yang berstatus lahan milik PT KAI. Kendala perizinan muncul karena pemerintah desa telah beberapa kali mengajukan izin peningkatan jalan agar dapat dilalui kendaraan roda empat, namun belum terealisasi.
Bupati berkomitmen untuk segera berkoordinasi dengan PT KAI guna mencari solusi terbaik. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah menekankan pentingnya kolaborasi antara infrastruktur dan pelayanan kesehatan yang cepat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jeje mengapresiasi semangat gotong‑royong warga. Ia berkata, “Kami memahami kondisi ini menimbulkan kesulitan, terutama dalam situasi darurat kesehatan yang membutuhkan penanganan cepat,” ujar Jeje terkait upaya perbaikan akses tersebut.
Target infrastruktur pemerintah kabupaten adalah terus membenahi wilayah‑wilayah yang memiliki keterbatasan akses jalan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. Komitmen ini mencerminkan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan publik di daerah terpencil.
Peristiwa ini menyoroti betapa pentingnya kerja sama antara warga, pemerintah, dan perusahaan swasta dalam menghadapi situasi darurat. Meskipun kondisi geografis sulit, semangat gotong‑royong dan komitmen pemerintah dapat memperbaiki akses kesehatan bagi masyarakat di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Dua Petugas Damkar Ciamis Menjadi Orang Tua Sekolah Adi
Bandung 19 Juni: Berawan, 15‑26°C, Kelembapan 50‑97%
Sholat Lima Waktu: Ibadah Pokok Harus Dipenuhi Muslim
32 KK Longsor Cisarua Masih Kontrakan, Bantu Sewa Rp172,8 Jt
AHY Soroti Kesenjangan Wilayah di Kuliah UMUM IPDN Sumedang
11 Tanker Iran Melintasi Jalur Pelayaran Blokade Dicabut
Berita Terbaru
Sensus Ekonomi 2026 Dimulai di Maluku Utara, Data Dijaga
76 Sekolah Hentikan Makan Gratis, 39.352 Siswa Terpengaruh
Sambal Tomat: Rasa Asam Manis Pedas, Sentuhan Jawa
Hendropriyono Tolak Tuduhan Terlibat Gerakan Kudeta
Jadwal Puasa Asyura 2026: 1, 9, 10, 11 Muharram di Indonesia
Eks Spesialis: Gempa Palu Tidak Menyebabkan Bojonegoro
Meksiko dan Korea Selatan Imbang 0-0 di Piala Dunia 2026
BMKG Prediksi Hujan Ringan di Jawa Tengah, Berawan Semarang
Anak Uzbekistan Tangis, Suporter Kolombia Berempati
IHSG Turun 0,78% di Tengah Penurunan Sektor Infrastruktur
