Warga Idulfitri Nanti Mudik, Tunggu Bus di Purbaleunyi

Iwan D. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 77 dibaca
Bisik.id
Warga Idulfitri Nanti Mudik, Tunggu Bus di Purbaleunyi

Gambar atau konten salah?

Di terminal bayangan di Rest Area Tol Purbaleunyi KM 125, Andri duduk menunggu bus jurusan Bandung–Jakarta. Ia menunggu lebih dari beberapa jam, meski sudah menunda kepulangan sehari dari jadwal semula.

Andri berusia 29 tahun dan berasal dari Garut. Selama lima tahun terakhir, ia bekerja sebagai sopir mobil ekspedisi di Tanjung Priok, Jakarta Utara. “Iya sengaja hari ini mau ke Jakarta lagi, biar lebih lowong. Ternyata masih ramai, karena mungkin orang-orang juga cari waktu kosongnya untuk pulang ke Jakarta,” ujar Andri pada 24 March 2026.

Perjalanan dimulai di Garut pada Selasa pagi. Karena harus berganti bus, Andri terpaksa transit di terminal bayangan sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Ia memilih bus jurusan Bandung–Jakarta karena rute tersebut lebih cepat.

Beruntung, perjalanan dari Garut ke Bandung lebih lancar dibanding hari sebelumnya. Berkat informasi dari media sosial dan televisi, diketahui bahwa rute Bandung–Garut pada Idulfitri H+2 biasanya macet. “Untungnya dari Garut ke Bandung lancar, ya macet sedikit-sedikit. Perjalanan sekitar 3 jam, sekarang lanjut lagi ke Jakarta. Mudah-mudahan malam sudah sampai,” tambah Andri.

Setiap Idulfitri, Andri selalu mudik ke kampung halamannya. Namun, ia merasa berat ketika harus kembali ke Jakarta. “Alhamdulillah bisa mudik terus tiap tahun, tapi ya itu berat pas mau balik ke Jakarta lagi. Tapi kalau enggak kerja, ya kita enggak akan punya penghasilan buat keluarga di kampung,” ungkapnya.

Rini, warga Cimahi, juga akan kembali merantau ke Jakarta. Ia bekerja sebagai karyawan swasta dan perusahaan tempatnya bekerja akan kembali beroperasi pada Idulfitri H+4. “Besok sudah masuk, makanya hari ini pulang. Takut macet, jadi berangkat sore. Kalau pulang malam takut enggak kebagian bus,” jelas Rini.

Di terminal bayangan, para penumpang menunggu bus sesuai jurusan. Beberapa membawa dus, tas besar, atau koper. Mereka semua adalah perantau yang baru saja menghabiskan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.

Rini berharap tahun depan dapat mudik lagi. Ia bahkan mengungkapkan keinginannya untuk pindah kerja ke Bandung agar tidak perlu pulang ke perantauan setiap liburan. “Mudah-mudahan tahun depan bisa mudik lagi, malahan inginnya bisa pindah kerja ke Bandung biar enggak malas kalau libur sudah beres harus pulang ke perantauan,” pungkasnya.

Perjalanan ini menyoroti tantangan mobilitas perantau Indonesia, di mana bus menjadi sarana utama bagi mereka yang harus menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan keluarga di kampung halaman.

Terminal bayanganIdulfitriMudikPerantauBus Bandung–JakartaGarutJakarta

Komentar

Memuat komentar...