Warga Lamongan Tuntut Rehabilitasi untuk Pria Seberat Jiwa

Rini S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 62 dibaca
Bisik.id
Warga Lamongan Tuntut Rehabilitasi untuk Pria Seberat Jiwa

Gambar atau konten salah?

MF, seorang pria berusia 37 tahun yang diduga mengalami gangguan jiwa, telah hidup sebatang kara di Desa Pandanpancur, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan selama bertahun‑tahun tanpa bantuan keluarga maupun fasilitas rehabilitasi pemerintah.

Selama lima tahun terakhir, keberadaan MF semakin menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga. Ia sering berkeliaran di permukiman, meminta uang, dan terkadang teriak‑teriak sendiri. Banyak warga menganggap perilakunya mengganggu ketertiban lingkungan, namun mereka juga merasakan iba terhadap nasibnya.

“Kasihan sebenarnya, tapi juga bikin takut. Kadang dia teriak‑teriak sendiri, kadang minta uang ke rumah‑rumah,” kata salah satu warga, Isrofil, kepada wartawan pada hari 11 April 2026.

Isrofil menegaskan bahwa warga sudah lama berharap pemerintah daerah dapat menanganinya secara serius. Ia menambahkan, “Kami ingin ada perhatian nyata dari pemerintah. Dia ini sebatang kara, tidak ada keluarga yang mengurus. Harapannya segera direhabilitasi supaya bisa sembuh dan tidak meresahkan warga.”

Menurut Isrofil, penanganan yang ada hingga kini masih bersifat sementara dan belum menyentuh akar masalah. Ia menilai bahwa MF, yang diduga mengalami depresi berat, membutuhkan perawatan medis jangka panjang. “Kalau hanya dibiarkan di jalan, masalah ini tidak akan selesai,” tegasnya.

Warga berharap dinas terkait segera turun tangan. Mereka mengusulkan agar MF dibawa ke panti rehabilitasi atau rumah sakit jiwa agar mendapatkan penanganan yang layak. Bagi warga Pandanpancur, langkah tersebut tidak hanya untuk menjaga ketertiban, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan pertolongan.

“Selain demi kemanusiaan bagi sang penderita, langkah ini juga sangat dinantikan demi mengembalikan rasa aman di lingkungan mereka,” pungkas salah satu warga.

Situasi ini menyoroti kebutuhan akan layanan kesehatan mental yang terjangkau dan mudah diakses di daerah pedesaan. Tanpa intervensi yang tepat, kondisi MF berpotensi berlanjut dan menambah beban bagi masyarakat sekitar.

MFgangguan jiwarehabilitasiDesa Pandanpancurdepresi beratpanti rehabilitasikesehatan mental

Komentar

Memuat komentar...