Warga Polewali Mandar Tandu Jenazah 10 km lewat Hutan

Wahyu T. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 95 dibaca
Bisik.id
Warga Polewali Mandar Tandu Jenazah 10 km lewat Hutan

Gambar atau konten salah?

Di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, warga menuntun jenazah melalui hutan dan menyeberangi sungai sejauh 10 kilometer yang kemudian menjadi viral di media sosial. Jalan utama menuju rumah almarhum rusak parah sehingga tidak dapat dilalui kendaraan, sehingga warga memilih jalur pintas lewat hutan.

Jalan utama rusak parah, terputus. Jadi terpaksa lewat jalan pintas lewat hutan dan menyeberangi sungai,” ujar Yusuf Bannangpute kepada wartawan melalui sambungan telepon pada 02 Mei 2026.

Jenazah yang ditandu bernama Jusri, berusia 34 tahun, berasal dari Dusun Lakkese, Desa Bulo, Kecamatan Lenggo. Ia meninggal saat menjalani perawatan di Puskesmas Bulo pada 28 April 2026. Yusuf menjelaskan kejadian tersebut: “Kejadian tanggal 28, star dari Lakkese menuju puskesmas. Tidak lama di puskesmas, karena kondisinya sudah sekarat, meninggal,” ia ungkap.

Setelah meninggal, jenazah dibawa menggunakan mobil menuju Dusun Biru di Desa Patambanua, Kecamatan Bulo. Selanjutnya, warga menuntun jenazah sepanjang 10 kilometer menuju kampung halamannya, memakan waktu kurang lebih tiga jam.

Menurut Yusuf, perjuangan menuntun jenazah akibat infrastruktur jalan yang buruk bukanlah kejadian pertama di desanya. Ia menambahkan bahwa sejumlah titik jalan menuju Desa Lenggo belum mendapat perhatian karena masuk kawasan hutan. “Kendala sehingga akses jalan itu sampai saat ini tidak diperbaiki karena statusnya masuk kawasan hutan. Jadi setiap ada warga dari kampung yang sakit dan harus jalani perawatan terpaksa kami tandu, karena jalan tidak bisa dilalui kendaraan, begitupun kalau ada yang meninggal di rumah sakit juga harus ditandu kembali ke kampung,” jelasnya.

Yusuf berharap pemerintah segera mencari solusi agar akses jalan melalui kawasan hutan menuju Desa Lenggo dapat dibenahi. Ia menegaskan bahwa tidak akan ada pembangunan rumah di kawasan hutan jika jalan diperbaiki. “Jadi sekali lagi kami mohon kepada pemerintah, bantu kami, perbaiki akses jalan kami. Kalau memang ketakutannya ada warga yang membangun rumah di kawasan hutan, saya jamin itu tidak akan terjadi, seluruh warga siap bertanda tangan, bersedia tidak bikin rumah di sepanjang jalan masuk kawasan hutan lindung,” pungkasnya.

Sementara itu, Camat Bulo yang juga Plt Kepala Desa Lenggo, Ahmad, tidak merespons saat dikonfirmasi. Pesan singkat dan panggilan telepon tidak mendapat balasan.

Potongan video pendek yang dilihat menunjukkan sejumlah pria dewasa memikul tandu jenazah berbahan bambu. Tandu tersebut dipikul sambil berjalan kaki melewati jalan setapak di tengah hutan. Warga juga terlihat menyeberangi sungai sedalam pinggang orang dewasa sambil membawa jenazah.

Peristiwa ini menyoroti masalah infrastruktur di daerah terpencil dan pentingnya akses jalan bagi pelayanan kesehatan. Warga di daerah hutan tetap mengandalkan upaya bersama untuk menuntun jenazah ketika akses utama rusak. Kebutuhan akan perbaikan jalan menjadi sorotan bagi pihak berwenang, sementara warga tetap bersedia menolak pembangunan rumah di kawasan lindung.

jenazahjalan hutaninfrastruktur jalanPuskesmas Bulokawasan lindungakses jalanmedia sosial viral

Komentar

Memuat komentar...