Waspada Penipuan Digital Menjelang Libur Lebaran, BRI Ingatkan Nasabah
Gambar atau konten salah?
Menjelang libur Lebaran, masyarakat diperkirakan akan meningkatkan komunikasi dan transaksi digital. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap kejahatan digital, terutama terkait file dari sumber tidak dikenal yang bisa membahayakan keamanan rekening.
Modus penipuan sering kali dimulai dengan pesan WhatsApp dari orang yang mengaku berasal dari instansi tertentu. Pesan ini biasanya mencakup narasi yang meyakinkan dan dilengkapi dengan lampiran file seperti .APK, undangan digital, surat yang mengatasnamakan layanan perpajakan, dan dokumen lain yang tampak penting. Jika korban mengunduh dan memasang file tersebut, aplikasi tersebut berpotensi menjadi jalan masuk bagi malware.
Malware ini dapat mencuri data, merusak sistem, bahkan mengambil alih perangkat tanpa sepengetahuan pengguna. Aplikasi dengan format .APK yang berasal dari sumber tidak terpercaya dapat meminta izin akses pada perangkat. Izin ini dapat digunakan untuk memantau aktivitas pengguna dan berpotensi menyalahgunakan layanan keuangan yang ada di perangkat tersebut.
Direktur Information Technology BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi, menjelaskan bahwa pola kejahatan digital terus berkembang, sehingga masyarakat perlu lebih waspada. "Kami terus memperbaiki kemampuan pengamanan layanan digital agar dapat beradaptasi dengan ancaman yang ada," ujarnya dalam keterangan tertulis pada 16 Maret 2026.
BRI mengimbau nasabah untuk tidak mengklik, mengunduh, atau menginstal aplikasi dari sumber yang tidak terpercaya. Selain itu, nasabah diingatkan untuk tidak meneruskan pesan, file, atau tautan mencurigakan kepada orang lain. Jika menerima pesan yang mencurigakan, seperti yang meminta verifikasi data atau menawarkan hadiah, nasabah diminta untuk memeriksa keaslian pengirim sebelum bertindak lebih lanjut.
BRI juga menganjurkan pengaktifan fitur keamanan tambahan seperti Two-Factor Authentication (2FA) untuk melindungi akses layanan digital. Jika nasabah sudah terlanjur mengunduh atau menginstal file yang mencurigakan, langkah pertama adalah mematikan koneksi data seluler dan Wi-Fi, lalu menghapus aplikasi tersebut. Selanjutnya, nasabah disarankan untuk mengganti username, PIN, dan password akun BRImo atau akun email yang terhubung.
Pengguna juga dianjurkan untuk melakukan reset pabrik melalui pengaturan perangkat untuk memastikan perangkat bebas dari kendali pihak tidak dikenal. Jika menerima pesan yang terindikasi penipuan, nasabah disarankan untuk memblokir nomor pengirim dan menghubungi Contact BRI di 1500017 jika menemukan aktivitas mencurigakan.
BRI menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyaring informasi, terutama pesan yang disertai file atau tautan dari sumber yang tidak dikenal. Pengenalan indikasi ancaman sejak awal menjadi langkah krusial untuk mencegah akses tidak sah terhadap data nasabah. Kerjasama antara BRI dan nasabah adalah kunci dalam menciptakan ekosistem digital yang aman.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
PHK 23.470 Orang 2026, Penurunan dari 46.015 Tahun Lalu
Rumor Pengunduran Diri Purbaya Yudhi Sadewa Ditolak
Pemerintah Pertimbangkan Angkat KSPI Said Iqbal ke Kabinet
IHSG Turun 1,70%, Rupiah Jatuh Rp18.049, Tegaskan Kuat
PGN Layanan Mata Gratis: 300 Peserta Diperiksa Jakarta
Prabowo Kunjungi Danantara untuk Fokus AI dan Robotik
Berita Terbaru
Kopi Diet Tanpa Gula: 5 Racikan Menurunkan Berat Badan
Lampung Berikan Keringanan Pajak Kendaraan 2026, Diskon 50%
Gakpo Ingin Pergi, Liverpool Siapkan Andoni Iraola 2026
Sekolah Internasional Tanpa Izin, Risiko Catatan Siswa Korea
SPBU Harus Campur Bioetanol 5% pada 1 Juli 2026 Bersama B50
Kirab Pusaka 1 Suro 16 Juni 2026 di Keraton Solo
Singapura Jadi Destinasi Utama Wisatawan Indonesia 2026
