Wawan Diserang Kobra di Pademawu, Tiba‑tiba Sembur Racun
Gambar atau konten salah?
Di Pademawu, Pamekasan, seorang warga bernama Wawan Awaludin mengalami kejadian tak terduga pada 6 Mei 2026. Saat hendak mengantar istrinya ke rumah sakit, seekor ular kobra muncul di pintu rumah dan menyemprotkan racun ke wajahnya.
Wawan segera mencuci mata dan wajahnya dengan air bersih. Ia mengaku, “Alhamdulillah sudah normal berkat doa teman-teman. Kemarin saat kena semburan saya memang sempat cuci muka meski terasa perih di mata, lalu langsung ke rumah sakit dan ditangani tim medis,” ketika dihubungi.
Setelah mencuci, ia langsung menuju rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Menurutnya, langkah cepat itu penting agar iritasi tidak semakin parah akibat reaksi racun.
Wawan menceritakan perjalanan singkatnya, “Niatnya nganter istri ke rumah sakit, malah saya yang dirawat lebih awal oleh dokter, selama perjalanan saya naik motor boncengan istri, perih saat di jalan, tapi Alhamdulillah saya tahan hingga akhirnya tiba di RSUD,” tambahnya sambil tertawa.
Ia berencana meminta bantuan petugas pemadam kebakaran (Damkar) untuk melakukan sterilisasi di area rumahnya. “Mungkin nanti sore ngubungi rekan damkar, sekarang gantian saya yang menemani istri yang lagi sakit di RSMN, kalau kemarin istri yang menemani saya di RSUD saat mata kena semburan ular,” ujarnya.
Anam, sahabat korban, memberi narasi tentang kejadian tersebut. Ia menyatakan, “Dia mau nganter istrinya ke rumah sakit, tiba‑tiba ada ular masuk pintu rumah, saat mau di pentung kepalanya gak kenak hanya mengenai ekor, namun tiba‑tiba ular tubuhnya mulai berdiri dan menyemburkan racun,” jelas Anam pada 6 Mei 2026.
Menurut Anam, setelah disembur, korban merasakan perih hebat di mata dan mengalami gangguan penglihatan. “Tadi sempat disemprot menggunakan cairan infus, katanya jika telat penanganan bisa berakibat fatal terhadap penglihatan korban,” tambahnya.
Ular yang menyerang merupakan jenis spitting cobra atau kobra penyembur. Ular ini mampu menyemprotkan racun melalui taring depan hingga jarak sekitar 1‑2 meter dengan sasaran utama mata.
Paparan racun dapat menyebabkan nyeri hebat, peradangan, hingga berisiko kebutaan jika tidak segera ditangani. Penanganan cepat, seperti mencuci mata dengan air bersih dan mendapatkan perawatan medis, dapat mencegah komplikasi serius.
Setelah perawatan di rumah sakit, kondisi mata Wawan kini kembali normal. Ia menegaskan, “Alhamdulillah sudah normal berkat doa teman-teman,” menandakan keberhasilan penanganan.
Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat. Jika mengalami serangan ular, langkah pertama adalah mencuci mata dan wajah dengan air bersih, lalu segera mencari bantuan medis. Penanganan cepat dapat mengurangi risiko kerusakan permanen pada penglihatan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
