WFH Satu Hari per Minggu: Target BBM Turun Indonesia

Ratna D. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 36 dibaca
Bisik.id
WFH Satu Hari per Minggu: Target BBM Turun Indonesia

Gambar atau konten salah?

Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, mengumumkan bahwa kebijakan kerja dari rumah satu hari per minggu akan resmi diumumkan bulan ini. Kebijakan ini dimaksudkan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah kenaikan harga minyak dunia.

Setelah rapat dengan Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Airlangga melaporkan hasil diskusi tersebut. Ia berkata, “(Kebijakan WFH) pokoknya akan ditetapkan bulan ini. Bulan ini tinggal beberapa hari kan, jadi masih ada waktu,” kepada wartawan pada 27 Maret 2026.

Sejak itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga menegaskan bahwa kebijakan WFH sudah disetujui mayoritas kabinet. Ia mengatakan, “Saya nggak mau menyebutkan, itu kemarin pun sebenarnya sudah ada, hampir mengarah kepada mayoritas setuju (WFH) di satu hari yang sama,” pada 25 Maret 2026.

Tito menambahkan bahwa pemerintah akan memberikan stimulus ekonomi, meski bentuknya belum jelas. Ia menyatakan, “Tapi saya nggak nyampaikan, sekali lagi karena itu harus dilaporkan lagi hasil rapat kemarin ke bapak presiden.”

Ia juga menjelaskan bahwa kebijakan yang sudah diputuskan dalam rapat koordinasi antar kementerian hampir final. “Kini kabinet tinggal menunggu keputusan Presiden Prabowo, setelah itu baru diumumkan,” ujarnya.

“Setelah nanti Pak Presiden mengambil keputusan, baru nanti akan diumumkan. Siapa yang ditunjuk untuk mengumumkan, apakah Menko Ekonomi atau Mensesneg, itu saya nggak tahu. Jadi saya tidak pada kapasitas untuk menjelaskan,” tambah Tito.

Secara keseluruhan, kebijakan WFH satu hari per minggu diharapkan dapat menekan penggunaan BBM dan membantu pemerintah menanggapi kenaikan harga minyak. Keputusan akhir masih menunggu persetujuan Presiden, setelah itu kebijakan akan diumumkan secara resmi.

Kebijakan WFHBBMAirlangga HartartoPrabowo SubiantoTito Karnaviankebijakan kerja dari rumahperekonomianstimulus ekonomi

Komentar

Memuat komentar...