Whitesky Dorong ITS untuk UAM: Indonesia Bisa Jadi Pusat
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Whitesky Group mendorong pemanfaatan sistem transportasi pintar atau Intelligent Transport System Indonesia (ITS) dalam pengembangan taksi terbang atau Urban Air Mobility (UAM) di Indonesia maupun kawasan regional.
Founder dan CEO Whitesky Group, Denon Prawiraatmadja, menilai Indonesia berpeluang menjadi salah satu pemain utama pengembangan UAM di kawasan Asia Tenggara.
"Dengan karakter geografis Indonesia dan kebutuhan mobilitas yang terus berkembang, peluang pengembangan Urban Air Mobility di Indonesia sebenarnya sangat besar. Tantangannya sekarang adalah bagaimana membangun ekosistem yang terintegrasi dan siap berkembang dalam jangka panjang," ujar Denon dalam keterangan tertulis, Selasa, 12 Mei 2026.
Pemanfaatan ITS di Indonesia dapat menjadi salah satu motor pendorong integrasi sistem transportasi masa depan, termasuk pengembangan UAM. Menurutnya, konsep ITS di Indonesia memiliki keselarasan dengan visi UAM yang tengah dikembangkan Whitesky Group.
"ITS Indonesia sejalan dengan konsep Urban Air Mobility yang kami dorong selama ini. Ke depan, sistem transportasi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Semua harus saling terhubung agar mobilitas masyarakat bisa lebih efisien dan adaptif," jelasnya.
Ia menilai, pengembangan UAM tidak sebatas tentang transportasi udara perkotaan, tetapi juga mencakup penciptaan sistem mobilitas yang mampu menjawab tantangan urbanisasi, konektivitas, dan efisiensi di masa depan.
Ia optimistis ITS dapat menjadi komponen penting dalam memenangkan market UAM di tingkat regional.
Menurutnya, Indonesia memiliki kombinasi unik antara kebutuhan mobilitas, pertumbuhan teknologi, dan kondisi geografis yang menjadi keunggulan dalam pengembangan UAM. Dalam hal ini, ITS dapat menjadi key enabler dalam membangun industri transportasi masa depan yang lebih terintegrasi, efisien, dan berorientasi pada keberlanjutan.
"Indonesia bukan hanya market, tetapi memiliki potensi untuk menjadi key player dalam industri transportasi masa depan di kawasan," pungkasnya.
Keterangan ini menyoroti potensi Indonesia sebagai pusat inovasi transportasi udara dan peran ITS dalam memperkuat ekosistem UAM regional. Dengan dukungan lintas sektor, Indonesia dapat memanfaatkan keunggulan geografis dan pertumbuhan teknologi untuk mengembangkan mobilitas terintegrasi di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Rupiah Jatuh ke 14.000 per SGD, Pasar Saham Turun 5,2%
IHSG Menurun ke Zona Merah, Turun 1,46% ke 5.854 di Bursa
KAI-INKA Merger Selesai Tahun Ini, Menjadi Holding Subholding
Trump Menandatangani Perintah Pemutusan Pegawai Tinggi
IHSG menutup di zona negatif, turun 4,11%; global merosot
Moody's Atur Peringkat Baa2 Negatif untuk Danantara Investasi
Berita Terbaru
UEA Berhenti Ujian Internasional, Pindah Online Kini
Damri: Rute Bus Palembang–Lampung, Harga Rp 200–228 Ribu
Raffi Ahmad Operasi Benjolan Bahu Setelah Haji, Tertutup
Kementerian Agama Tetapkan 16 Juni 2026 sebagai Puasa 1 Muharram
Bom Incendiary Ditemukan dan Dimusnahkan di Sungai Ariyau, Jayapura
Peternak Sapi Perah Dusun Brau Siap Hadapi Musim Kemarau
Prabowo Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis di Sentul
Indonesia Open 2026: 16 Besar di Istora Senayan, Menang
Prabowo Buka Penerbangan Bandara Bandung & Yogyakarta
Messi Terima Penghargaan Putri Asturias di Kansas City
