WNI di Kapal Pesiar Terkait Hantavirus: 42 Hari Pemantauan Kewaspadaan
Gambar atau konten salah?
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) dr Benjamin Paulus Octavianus menginformasikan bahwa pemerintah masih memantau warga negara Indonesia (WNI) yang berada dalam klaster kapal pesiar terkait kasus hantavirus. Pada Kamis, 21 Mei 2026, ia mengatakan kepada wartawan di FK Unair, “Hantavirus orang yang di dalam kapal itu ada yang sampai Indonesia. Ternyata diperiksa negatif semua,”
Meski hasil pemeriksaan negatif, dr Benjamin menegaskan bahwa masih ada masa inkubasi. Ia menyebut, “lagi ada masa inkubasi. Yakni selama 42 hari dilakukan pemantauan.”
Pemantauan ini bertujuan memastikan apakah kondisi aman atau tidak. “Sebab, selama satu bulan lebih itu, masih diperkirakan bisa muncul sakit dari virus hanta. Maka ditunggu sampai 42 hari, baru dia dinyatakan enggak usah dipantau lagi. Jadi, selama masa inkubasi kan takutnya masih bisa sakit,” jelasnya.
Di sisi lain, hantavirus di Jawa Timur sudah terdeteksi. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim, dr Erwin Ashta Triyono, menyebut, “kasus Hantavirus sudah terdeteksi di Jawa Timur. Namun kasusnya sudah ditemukan sejak awal tahun 2026 dan sudah sembuh.”
Ia menjelaskan, “Kalau data dari Kemenkes ada satu pasien bulan Januari. Tapi pasiennya sudah baikan, sudah sembuh,” kata dr Erwin.
Ia menjelaskan, bila pasien tersebut terdiagnosis leptospira. Leptospira merupakan bakteri berbentuk spiral (spiroset) penyebab penyakit leptospirosis (kencing tikus), sebuah infeksi zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Kemudian karena demam dan kuning, sehingga sama Menkes di dorong untuk pemeriksaan Hantavirus. Dan ternyata positif. Tapi sudah bagus sehingga sekarang sudah enggak ada kasus lagi laporan dari pusat. Dan itu kasusnya Januari 2026,” jelasnya.
Dengan demikian, pemerintah terus memantau dan menunggu hingga masa inkubasi selesai. Kasus yang pernah terdeteksi sudah sembuh, dan tidak ada laporan baru sejak Januari 2026.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Persebaya Surabaya Resmi Berpisah dengan Mihailo Perovic
Santerra De Laponte: Tujuan Foto Keluarga di Pujon Malang
Timnas U‑19 Siap Hadapi Timor Leste, Kaka Fokus Evaluasi
Tim Tabur Tangkap Liauw Inggarwati dan Bastian Widjaja
Peternak Sapi Perah Dusun Brau Siap Hadapi Musim Kemarau
Rakhmad Basuki: Dari Larangan Orang Tua Jadi Pelatih Pro
