Yandri Susanto Tekankan Ketatnya Standar Dapur SPPG

Yanto K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 85 dibaca
Bisik.id
Yandri Susanto Tekankan Ketatnya Standar Dapur SPPG

Gambar atau konten salah?

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto melakukan kunjungan ke SPPG di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Ia menegaskan bahwa dapur SPPG tidak boleh main-main dengan kualitas makanan, mark‑up anggaran, atau pelanggaran SOP. Yandri mengingatkan bahwa banyak dapur SPPG telah ditutup oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena melanggar aturan, sehingga pengelola harus menjaga standar yang ditetapkan pemerintah.

"Memang ada beberapa hal yang kita sarankan tadi. Karena sekarang tidak boleh main-main lagi. Karena program strategis nasional Bapak Presiden Prabowo yang harus sama-sama kita kawal. Jadi mitra dapur tidak boleh bermain‑main dengan aturan yang sudah ada," kata Yandri, dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 04 April 2026.

Dalam kunjungannya, Menteri asal Bengkulu Selatan menegaskan bahwa pemerintah pusat akan terus meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis melalui pengetatan standar operasional di seluruh SPPG di berbagai daerah. Ia menambahkan bahwa masih terdapat ratusan SPPG yang berstatus penghentian sementara (suspend) karena belum memenuhi persyaratan teknis dan operasional. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo agar program prioritas nasional tersebut tidak hanya memiliki jangkauan luas, tetapi juga memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.

"Karena sekarang, lebih dua ribu dapur SPPG sudah dibaned atau suspend. Jadi pemerintah tidak main‑main. Karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak, keselamatan anak‑anak kita, cucu‑cucu kita, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia," tuturnya.

Tak hanya meninjau SPPG, Yandri juga mengunjungi salah satu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang sedang dalam tahap penyelesaian pembangunan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan melalui pengembangan KDMP sebagai strategi nasional untuk mengangkat produk lokal ke pasar yang lebih luas.

Yandri menekankan bahwa pembangunan ekonomi nasional harus berakar dari desa. Ia menyebut KDMP sebagai instrumen utama untuk melindungi pelaku usaha kecil dari praktik perdagangan yang tidak adil sekaligus memperkuat posisi tawar produk lokal di pasar.

Di samping itu, Yandri meluncurkan kick‑off Liga Desa di Lapangan Desa Sirambang, Kecamatan Pariaman Utara, Kabupaten Padang Pariaman. Ia berharap liga desa ini nantinya dapat melahirkan banyak talenta sepak bola terbaik dari berbagai desa, khususnya di Padang Pariaman.

Program ini merupakan bentuk intervensi pemerintah pusat untuk meningkatkan kepercayaan diri pemain lokal dan memberikan panggung bagi potensi desa. Selain itu, program tersebut bertujuan menjaring bakat muda, menggerakkan ekonomi desa, serta mempererat silaturahmi antardesa.

Dalam kesempatan tersebut, hadir Anggota DPR RI Dapil Sumbar II Arisal Aziz, Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi, serta Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis. Sementara yang mendampingi Yandri adalah Kepala BPSDM Kemendes PDT Agustomi Masik dan Kepala BPI Kemendes PDT Mulyadin Malik.

Video: Pemerintah Ubah Distribusi MBG Jadi 5 Hari Sekolah

Dengan menegaskan standar operasional yang ketat dan menutup dapur SPPG yang tidak patuh, pemerintah berusaha memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis tetap aman dan berkualitas bagi masyarakat. Upaya memperkuat ekonomi desa melalui KDMP dan pengembangan bakat olahraga di tingkat desa juga menandai langkah strategis pemerintah dalam membangun fondasi sosial dan ekonomi yang lebih kuat di daerah.

Mendes PDTSPPGMakan Bergizi GratisKDMPLiga DesaPrabowostandar operasional

Komentar

Memuat komentar...