Yossi Mudik Terpisah di Yogyakarta, Hindari Debat Lebaran
Gambar atau konten salah?
Yossi, seorang ibu muda yang tinggal di Yogyakarta, menjadi sorotan media sosial setelah ia dan suaminya memutuskan untuk merayakan Idul Fitri secara terpisah. Video yang ia unggah di akun Instagram @yossintard menampilkan perjalanan mudik yang unik ini.
Dalam rekaman tersebut, Yossi terlihat santai mengemudi sendiri selama dua jam bersama anaknya menuju rumah orang tuanya. Ia menekankan bahwa keputusan ini diambil untuk menghindari perdebatan klasik yang sering muncul saat pasangan suami istri menentukan urutan kunjungan ke rumah mertua.
“Tahun ini kepisah lagii haha. Setelah salat ied baru nanti ketemu lagi, ada yg samaa?” tertulis di caption video tersebut, yang sudah ditonton lebih dari 3,2 juta kali. Komentar yang masuk beragam, mulai dari dukungan hingga nasihat.
Wolipop menghubungi Yossi untuk menanyakan alasan di balik mudik terpisah. Ia menjelaskan bahwa ini bukan hal baru bagi keluarganya. “Ini adalah tahun ke-5 aku dan suami Lebaran terpisah, suami Lebaran di keluarga suami dan aku Lebaran di keluargaku untuk menghindari debat panjang pernikahan, aku juga berangkat mudik sendiri,” ungkapnya.
Yossi mengungkapkan perbedaan preferensi suasana Lebaran sebagai pemicu utama keputusan tersebut. Ia lebih menyukai keriuhan khas pedesaan, sementara suaminya lebih nyaman dengan suasana kota yang tenang. “Menghindari debat karena perbedaan makanan dan budaya ketika lebaran, aku suka yang heboh di desa, suami sukanya santai di kota,” tambahnya.
Meski hari pertama dihabiskan di rumah masing-masing, Yossi menegaskan bahwa kebersamaan mereka tidak terganggu. “Diizinkan, santai aja soalnya hari kedua kita juga udah bareng-bareng lagi. Tetapi kita sama-sama Jogja, jadi setelah makan-makan di keluarga masing-masing, keluarga suami baru sowan ke rumahku,” jelasnya.
Yossi juga menyarankan bahwa strategi ini mungkin lebih cocok bagi pasangan yang kampung halamannya tidak terlalu jauh atau masih berada di satu kota. “Mungkin ini works buat yang kampungnya deket yah, nggak pernah ada ribut karena nggak betah atau beda budaya Lebaran,” katanya.
Kasus ini menyoroti bagaimana pasangan dapat menyesuaikan tradisi Lebaran dengan kebutuhan pribadi tanpa mengorbankan keharmonisan rumah tangga. Pendekatan Yossi menunjukkan bahwa fleksibilitas dalam merayakan Idul Fitri dapat menjadi solusi bagi pasangan yang memiliki latar belakang budaya berbeda.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pemprov Bali Luncurkan Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana
Puasa Muharram 2026: 1 Muharram 16 Juni, Kapan dan Cara
Revisi Permenaker No.7: Outsourcing Terbatas 4 Pekerjaan
US-Iran Capai Kesepakatan Damai, Selat Hormuz Akan Dibuka
Ramalan Zodiak Sabtu 13 Juni 2026: Panduan Asmara Hari Sabtu
Cuaca Bali 13 Jun: Berawan hingga Hujan Ringan, Suhu 18-30°C
Berita Terbaru
Alfin Setyo Tunggal Pemaafkan Pelaku Pencuri Uang Toko
Indonesia vs Kamboja di Piala AFF U-19 2026, Sabtu 13 Juni
Cucurella Tegaskan Tidak Pindah Chelsea, Bahagia di London
Elon Musk Jadi Miliarder Pertama Dunia Setelah IPO SpaceX
OKU Kirim Paket Sembako ke Korban Kebakaran Pasar Baru
Indonesia Raih Final Ganda Putri Australian Open 2026
Jember Pimpin 6,35% Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I
