YouTube Kids Terjaga: Batas Usia Tidak Berlaku di App Utama

Mira T. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 108 dibaca
Bisik.id
YouTube Kids Terjaga: Batas Usia Tidak Berlaku di App Utama

Gambar atau konten salah?

Di Jakarta, YouTube mengumumkan bahwa platform digital ini akan mematuhi aturan pembatasan usia bagi pengguna di bawah 16 tahun. Namun, hal ini menimbulkan pertanyaan tentang nasib YouTube Kids, aplikasi yang dirancang khusus untuk anak-anak dengan konten yang lebih aman dan edukatif.

Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas) menandai titik penting bagi layanan digital yang melayani anak. Menurut kabar, YouTube Kids berpotensi tidak dapat diakses lagi jika aturan ini diterapkan secara luas. Namun, pemerintah menegaskan bahwa kebijakan pembatasan usia tidak berlaku untuk aplikasi khusus anak tersebut.

“Untuk YouTube Kids itu sebenarnya bagian dari ekosistem YouTube, tapi juga aplikasi yang terpisah. Tujuan penggunanya berbeda dan bahkan tidak membutuhkan akun, jadi itu berbeda dari aplikasi utama YouTube,” ujar Danny Ardianto, Kepala Hub Pemerintah dan Kebijakan Publik YouTube Asia Pasifik, dalam konferensi pers di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada Rabu, 22 April 2026.

Danny menjelaskan bahwa perbedaan mendasar terletak pada segmentasi pengguna dan mekanisme akses. YouTube Kids didesain sebagai platform terpisah, sehingga tidak terikat pada kebijakan pembatasan usia yang berlaku untuk aplikasi utama YouTube.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa pendekatan pemerintah difokuskan pada platform utama. Ia tidak menyatakan secara tegas nasib YouTube Kids di bawah aturan pembatasan usia. “Ini karena aplikasinya terpisah sama sekali. Beda dengan platform lain yang aplikasinya itu satu kesatuan atau satu bagian, sehingga pengawasannya lebih mudah. Maka yang kita kenakan memang adalah YouTube-nya, tidak kepada YouTube Kids,” jelas Meutya.

Komdigi telah mengklasifikasikan delapan platform digital berisiko tinggi terhadap anak di bawah umur: YouTube, Facebook, Instagram, Threads, X, TikTok, Bigo Live, dan Roblox. Dari kedelapan tersebut, Roblox belum sepenuhnya mematuhi PP Tunas. Sebaliknya, tujuh platform lain, termasuk X, Bigo Live, dan semua layanan Meta (Instagram, Facebook, Threads), serta TikTok, telah berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam melindungi anak-anak di ranah digital.

Dengan demikian, YouTube Kids tetap aman dan dapat diakses, karena kebijakan pembatasan usia tidak mencakup aplikasi tersebut. Fokus pemerintah tetap pada platform utama, sementara YouTube Kids beroperasi sebagai entitas terpisah dengan kebijakan yang berbeda.

Peraturan ini menegaskan bahwa perlindungan anak di dunia digital harus disesuaikan dengan karakteristik masing-masing layanan, sehingga kebijakan tidak bersifat satu ukuran untuk semua.

YouTubeYouTube KidsPP Tunasperlindungan anakpembatasan usiaKomdigi

Komentar

Memuat komentar...