Yummy Craft Meraih Pasar Internasional dengan Tas Kuliner

Sinta R. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 75 dibaca
Bisik.id
Yummy Craft Meraih Pasar Internasional dengan Tas Kuliner

Gambar atau konten salah?

Yummy Craft, sebuah usaha kriya asal Jakarta Selatan, memanfaatkan inspirasi kuliner Nusantara untuk menciptakan produk unik. Didirikan pada 2022, perusahaan ini mengembangkan barang-barang dengan desain khas yang terinspirasi dari beragam hidangan Indonesia.

Ide kreatif ini bermula dari dokumentasi visual hasil hobi memasak dan traveling. Founder Yummy Craft, Sri Kumala Ambarwati, menjelaskan bahwa usaha ini berawal dari ketertarikan pribadi yang kemudian berubah menjadi peluang bisnis. Ia menulis, “Berawal dari hobi masak dan traveling. Saya sering memotret hasil masakan sendiri, lalu foto‑foto tersebut saya jadikan desain produk untuk merchandise teman‑teman luar negeri yang datang ke Indonesia,” pada 25 Maret 2026.

Produk unggulan Yummy Craft adalah tas lipat atau foldable bag dengan motif kuliner Nusantara. Tas ini terbuat dari bahan berkualitas tinggi sehingga dapat dicuci tanpa luntur. Seiring berjalannya waktu, desain yang semula dibuat sebagai merchandise berkembang menjadi identitas produk. “Desain yang unik tidak hanya sebagai fashion, tetapi juga sarat edukasi budaya Indonesia,” jelas Sri.

Selain itu, Yummy Craft terus berinovasi untuk menambah nilai tambah produk. Salah satu inovasi terbaru adalah pengembangan produk turunan berbasis bahan alami. “Kami juga mengembangkan produk turunan yang sustainable dengan memanfaatkan daun gebang menjadi produk bernilai tinggi dan berpotensi sebagai komoditas ekspor,” tambahnya.

Produk Yummy Craft kini dipasarkan melalui berbagai kanal offline, mulai dari pusat perbelanjaan, toko oleh‑oleh, hingga galeri produk kreatif. Pasarnya telah menjangkau daerah-daerah seperti Jakarta, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Bandung. Bahkan, Yummy Craft telah merambah pasar internasional, termasuk Jepang.

Meski telah meraih kesuksesan, tantangan tetap ada, terutama dalam memperluas jangkauan pasar. “Tantangannya adalah rasa percaya diri. Harapan saya bisa terus berkarya dan menjangkau pasar internasional yang lebih luas lagi,” ungkap Sri.

Dalam upaya mengembangkan usahanya, Sri aktif mengikuti pelatihan dan pendampingan. Ia bergabung dalam program LinkUMKM BRI yang dikenalnya melalui Rumah BUMN BRI Jakarta untuk memperluas jejaring dan meningkatkan kapasitas usaha. Platform LinkUMKM menyediakan ekosistem pembelajaran dan pendampingan bagi UMKM di seluruh Indonesia. Hingga akhir 2025, platform ini telah dimanfaatkan oleh 14,98 juta UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha, mulai dari penguatan kompetensi hingga perluasan akses pasar.

LinkUMKM memiliki enam fitur utama: UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB. Selain itu, tersedia sekitar 750 modul pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan soft skill dan hard skill pelaku usaha.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menilai UMKM kreatif berbasis budaya lokal memiliki peluang besar untuk berkembang. Menurutnya, produk UMKM yang mampu mengangkat budaya lokal dan mempunyai inovasi berpotensi untuk berkembang di pasar yang lebih luas. Ia menambahkan, “Melalui LinkUMKM, BRI terus mendampingi UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas jangkauan pasar hingga tingkat internasional.”

Yummy Craft, dengan fokus pada desain yang edukatif dan bahan alami, menunjukkan bahwa usaha kecil dapat memanfaatkan kebudayaan Indonesia sebagai nilai jual. Keberhasilan mereka di pasar domestik dan internasional menegaskan pentingnya inovasi berkelanjutan dan dukungan ekosistem seperti LinkUMKM dalam memperkuat UMKM kreatif.

Yummy Crafttas lipatkuliner Nusantarabahan alamiLinkUMKMBRIUMKM kreatif

Komentar

Memuat komentar...