Gambar atau konten salah?
Judul: Rusa di Taman Sriwedari Mengais Sampah, Pemerintah Kota Solo Tanggap
Di tengah hiruk‑huruk kota Solo, sebuah unggahan viral di platform Threads menyoroti situasi tak terduga di Taman Sriwedari. Seorang pengunjung, yang menggunakan akun bobbypratm, merekam sekelompok 31 ekor rusa yang sedang mengorek tempat sampah untuk mencari makanan.
Ia mengungkapkan terkejutnya dengan kata-kata berikut: “Agak kaget dan miris sih ada rusa yang mengorek-ngorek tempat sampah buat cari makan. Si rusa ternyata makan sampah. Jujur, aku agak shock, apakah setidak terurus itu rusa di sana?” Unggahan tersebut segera menarik perhatian publik dan memicu reaksi cepat dari pihak berwenang.
Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, langsung turun ke lokasi. Ia memeriksa kondisi 31 ekor rusa dan mengadakan rapat koordinasi bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Dinas Lingkungan Hidup. Dalam pertemuan tersebut, ia menekankan pentingnya penataan lahan dan pengembangan penangkaran agar satwa tetap berada di area yang nyaman, aman, dan bersih. Ia menyatakan: “Banyak masukan dari masyarakat terkait kondisi saat ini. Ini menjadi perhatian kami bersama. Diperlukan penataan lahan yang lebih baik dan pengembangan penangkaran agar rusa-rusa ini tetap berada di area yang nyaman, aman, serta lingkungannya bersih,” ujar Astrid.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo, Maretha Dinar Cahyono, memberikan klarifikasi bahwa puluhan rusa di Sriwedari sudah mendapatkan perawatan rutin. Ia menegaskan bahwa satwa tersebut dipantau kesehatan secara berkala oleh dokter hewan dan dilaporkan ke BKSDA setiap tiga bulan sekali. Ia menambahkan: “Kami juga rutin melakukan pelaporan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setiap tiga bulan sekali, sebagai bagian dari pengelolaan penangkaran yang telah mengantongi izin resmi sejak November 2025,” kata Maretha.
Untuk mencegah kejadian serupa, Pemerintah Kota Solo berencana membangun ruang penangkaran khusus di dalam kawasan Taman Sriwedari. Konsep baru ini dirancang agar gerak bebas rusa dibatasi, sehingga mereka tidak dapat berkeliaran ke area luar dan menghindari kontak dengan tempat sampah. Masyarakat tetap dapat berinteraksi dan memberi pakan secara aman sesuai ketentuan.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya pengelolaan sampah dan kesejahteraan satwa di ruang publik. Dengan langkah-langkah yang diambil, diharapkan Taman Sriwedari dapat tetap menjadi destinasi wisata yang aman dan nyaman bagi pengunjung serta hewan yang ada di dalamnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Turis China Pingsan di Pos 5 Pulau Padar, Tim Respon Cepat
Penemuan Kepingan Emas di Candi Losari, Magelang Jawa Tengah
Pramono Anung: Car Free Day Rasuna Said Jadi Landmark Kota
Portugal Tambah 340 Polisi di Bandara Musim Panas Pelancong
Airbus Uji Terbang A350‑1000ULR: 22 Jam Tanpa Henti
Jakarta 499 Tahun: Masuk Wisata & Transport Gratis, Proyek
Berita Terbaru
Quiles Kalahkan Almansa di Moto3, Veda Ega Terjerat Penalti
Telur Ayam Bulat Sempurna Ditemukan di Singapura, Ditawarkan Lelang
Timnas Inggris Kuat Muka Piala Dunia 2026, 1-0 Selandia Baru
Marc Marquez Pimpin Balaton, Siap Menang MotoGP Hungaria
Bioflok dan Siantar Habonaron: Pangan & Energi Bersih
Craving Manis: Otak Tertarik Gula, Solusi Mindful Eating
OJK Panggil Anugerah Digital atas Penagihan Tidak Sesuai
