1.500 Penari Tari Masal Betawi Memukau TMII Sama Sore

Bambang W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 99 dibaca
Bisik.id
1.500 Penari Tari Masal Betawi Memukau TMII Sama Sore

Gambar atau konten salah?

16 May 2025 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, ribuan penonton menyaksikan pertunjukan tari masal yang memukau. Lebih dari 1.500 penari dari berbagai usia menampilkan tarian khas Betawi, menambah keceriaan sore hari.

Acara bertajuk Tari Massal Semarak Nandak Ondel-Ondel Betawi digelar di Plaza Keong Mas pada pukul 16.00 WIB. Gerakan berlenggak‑lenggok penari menyatu, menampilkan senyum manis yang menambah kehangatan suasana.

Berbagai tarian tradisional menjadi bagian dari pertunjukan ini, antara lain Tari Lenggang Cantik, Tari Sirih Kuning, Tari Kipas None dan Tari Masal Ondel‑ondel. Setiap gerak menampilkan ciri khas Betawi, memperlihatkan ragam budaya yang kaya.

“Acara Gempita Nusantara ini merupakan kerjasama dengan Taman Mini dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun Taman Mini yang jatuh pada 20 April 2025. Kemudian, untuk acara kali ini sendiri dilaksanakan dengan melakukan tari masal dengan 1.500 penari ini,” kata Virzihni Nasution, koordinator Gempita Nusantara.

Virzihni menambahkan bahwa para penari berasal dari beragam kalangan, mulai dari pelajar hingga penari senior. “Kebetulan para penari ini banyak kak, terdiri dari berbagai komunitas, dari sanggar, dari sekolah, dan bahkan ada individu yang mendaftar untuk mengikuti kegiatan ini,” kata dia.

Persiapan bagi para penari tidak mudah. Mereka hanya memiliki waktu dua bulan, dan latihan dilakukan dengan meniru video serta satu kali latihan menari masal. “Persiapannya sekitar 2 bulan untuk teman‑teman latihan. Dan kebetulan baru kemarin banget kami melaksanakan GR di tempat yang sama. Teman‑teman sangat hebat, karena bisa langsung rapi gerakannya,” ujar dia.

Virzihni berharap tari masal ini dapat menjaga kebudayaan Betawi tetap hidup di kalangan generasi muda. “Dengan adanya tari masal ini, saya berharap kebudayaan Betawi terus bertahan di generasi muda dan seterusnya. Ajang ini bisa jadi kegiatan lintas generasi, mengingat peserta tari masal ini usianya mulai dari 3 tahun hingga 60 tahun. Goals ke depannya adalah memperkenalkan lagi seni budaya, terutama kepada anak‑anak muda. Anggota kami ada mulai dari yang paling muda, dari 3 tahun, dan yang paling tua itu ada 68 tahun. Jadi di sini terbuka untuk semuanya, dan besar harapan kami adalah untuk nantinya semoga kebudayaan Betawi, dan kebudayaan Indonesia dapat lebih berkembang,” kata dia.

Di kesempatan yang sama, dua pelajar bernama Shafa Fadhillah Hidayattullah dan Alika Aindaru Nurannisa tampil dengan semangat tinggi. Mereka rela latihan malam hari untuk bisa tampil maksimal. “Kita biasanya latihan malam, dari maghrib sampai jam 9 malam di rumah. Dan kita latihan sekitar satu bulan kali ya,” kata Shafa.

Usaha keras mereka terbayar pada hari pertunjukan. “Lega banget. Enjoy banget,” kata mereka dengan semangat.

Setelah menampilkan tari masal, Shafa dan Alika menyampaikan harapan mereka. “Semoga teman‑teman sebaya, generasi muda bisa terus membudayakan budaya kita karena di Indonesia tuh budayanya banyak banget ya. Kita bisa lestarikan bareng‑bareng,” Shafa dan Alika kompak menyampaikan harapan.

Acara ini menegaskan kembali betapa pentingnya melestarikan budaya Betawi melalui pertunjukan yang melibatkan semua lapisan masyarakat. Keberagaman usia dan latar belakang para penari menunjukkan bahwa seni tradisional tetap relevan dan dapat dinikmati oleh generasi masa kini.

Taman Mini Indonesia IndahTari Massal BetawiGempita NusantaraBetawiGenerasi MudaBudaya TradisionalPlaza Keong Mas

Komentar

Memuat komentar...