23 Penumpang Kapal Hondius Kembali, Wabah Hanta Terungkap

Kartika D. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 94 dibaca
Bisik.id
23 Penumpang Kapal Hondius Kembali, Wabah Hanta Terungkap

Gambar atau konten salah?

23 penumpang kapal pesiar MV Hondius dilaporkan telah kembali ke negara masing-masing sebelum wabah virus hanta terdeteksi di atas kapal. Mereka turun saat kapal singgah di Pulau Saint Helena, wilayah kecil di Atlantik Selatan, pada 23 April 2026. Saat meninggalkan kapal, para penumpang belum mengetahui adanya paparan virus di atas MV Hondius.

Menurut salah satu penumpang yang masih berada di kapal, “Ada 23 orang yang kini tersebar di berbagai negara dan sampai tiga hari lalu belum ada yang menghubungi mereka,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa para penumpang telah kembali ke negara asal masing-masing: Australia, Taiwan, Amerika, Inggris dan Belanda. “Orang Australia itu kembali ke Australia, ada yang dari Taiwan telah kembali ke sana, orang Amerika juga telah kembali ke beberapa bagian Amerika. Ada orang Inggris yang sudah kembali ke Inggris, dan orang Belanda itu juga telah kembali ke rumah mereka,” tambahnya.

Salah satu penumpang asal Swiss yang pulang bersama istrinya kemudian dinyatakan positif pada Rabu lalu. Ia sempat menjalani pemeriksaan di rumah sakit Zurich dan hasil tes awal menunjukkan negatif. Namun, virus hanta dapat berada dalam masa inkubasi hingga delapan minggu sebelum gejala muncul.

Penyelidik di Argentina kini menduga wabah bermula dari pasangan asal Belanda yang ikut pelayaran tersebut. Keduanya diduga terpapar virus setelah mengunjungi area pembuangan sampah saat wisata pengamatan burung di Ushuaia, Argentina, beberapa hari sebelum kapal berangkat pada 20 Maret 2026. Meski begitu, teori tersebut masih dipertanyakan karena wilayah Tierra del Fuego sebelumnya belum pernah mencatat kasus hanta.

WHO menduga wabah di MV Hondius melibatkan varian Andes hantavirus, jenis langka yang dapat menular antarmanusia. Umumnya, virus hanta menyebar melalui urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi. Pakar penyakit menular dari University of Nebraska Medical Center, Ali Khan, mengatakan penularan antarmanusia virus ini tidak semudah COVID‑19. “Penularannya membutuhkan percikan air liur dalam kontak dekat antarmanusia,” kata Khan. Ia menjelaskan penularan kemungkinan terjadi dalam interaksi jarak dekat yang berlangsung lama seperti makan bersama atau percakapan panjang.

Kekhawatiran kini muncul karena pelacakan kontak diduga dilakukan terlambat. Penumpang yang sudah turun dari kapal disebut baru diberi tahu soal wabah beberapa hari terakhir. Padahal, penumpang pertama dilaporkan mulai sakit sejak 06 April 2026. Pria asal Belanda berusia 70 tahun itu kemudian meninggal dunia pada 11 April 2026, hampir dua minggu sebelum kapal singgah di Saint Helena.

Kasus ini menyoroti risiko penularan penyakit pada kapal pesiar, di mana interaksi intensif dan mobilitas tinggi dapat mempercepat penyebaran. Penanganan cepat dan pemberitahuan yang tepat waktu menjadi kunci untuk mengendalikan wabah. Penumpang yang telah pulang masih menunggu hasil tes dan petunjuk kesehatan lebih lanjut, sementara otoritas kesehatan terus memantau potensi penyebaran virus hanta di wilayah yang lebih luas.

MV HondiusVirus HantaSaint HelenaAndes hantavirusPelacakan KontakKapal PesiarArgentinaBelanda

Komentar

Memuat komentar...