77 Ribu Siswa Belum Tertampung, Jabar Rencanakan Swasta
Gambar atau konten salah?
77 ribu siswa belum dapat ditempatkan di sekolah negeri di Jawa Barat. Data ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat (Kadisdik) Purwanto, berdasarkan hasil Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB).
Purwanto menjelaskan, “Anak-anak yang belum tertampung di sekolah negeri akan kami salurkan ke sekolah-sekolah swasta yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bagian dari upaya perlindungan layanan pendidikan.” Ia menambahkan bahwa total peserta PCMB mencapai 444 ribu calon murid.
Dari data tersebut, Purwanto menilai ada potensi 70 ribu siswa yang belum dapat terakomodir di sekolah negeri. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut menegaskan hal ini dalam konferensi pers. Ia berkata, “Dari data siswa yang terpetakan melalui entry data PCMB itu ada 444 ribu siswa yang sudah terpetakan. Dari peta tersebut kami sudah bisa membaca ada potensi 70 ribu siswa yang belum bisa terakomodir di sekolah negeri.”
Untuk menanggulangi masalah tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana menyalurkan siswa ke sekolah swasta yang sudah bekerja sama. Penyaluran ini khusus ditujukan bagi siswa yang sudah mengikuti PCMB. Biaya pendidikan di sekolah swasta tersebut akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi mulai tahun ajaran 2026/2027.
Dedi menjelaskan, “Untuk itu Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah swasta. Dan sekolah swasta yang menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, siswa yang bersekolah di situ terhitung tahun ajaran 2026-2027 biayanya ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.” Ia menekankan bahwa orang tua tidak perlu mengeluarkan uang lagi, “Orang tua tidak perlu mengeluarkan uang lagi.”
Namun, Dedi menegaskan bahwa tidak semua sekolah swasta akan digandeng. “Tentu tidak semua sekolah swasta digandeng Pemprov Jabar. Sekolah swasta favorit atau unggulan yang biayanya mencapai jutaan tidak masuk hitungan. Sekolah swasta yang digandeng yang standar dan biayanya bisa ditanggung oleh APBD Jabar.” Ia menambahkan, “Itu tidak termasuk sekolah swasta favorit yang mahal. Kan ada tuh sekolah swasta yang SPP-nya jutaan rupiah. Kita nggak mungkin tanggung biayanya.”
Disdik Jawa Barat berkomitmen memperluas kerja sama dengan sekolah swasta, terutama di daerah yang jumlah murid belum tertampung cukup tinggi. Koordinasi dilakukan dengan Cabang Dinas Pendidikan Daerah untuk memastikan semua siswa mendapat tempat belajar.
Selain itu, Disdik Jawa Barat juga memperluas akses ke SMA Terbuka di wilayah-wilayah yang membutuhkan. Langkah ini bagian dari upaya memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh layanan pendidikan.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta maaf atas gangguan akses situs PCMB yang sempat eror. Kadisdik Purwanto menjelaskan bahwa gangguan tersebut disebabkan oleh tingginya antusiasme masyarakat yang mengakses sistem secara bersamaan, ditambah proses optimalisasi fitur pengumuman. Ia menegaskan, “Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pendidikan, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para orang tua dan calon murid baru dalam mengakses pengumuman hasil PCMB.”
Purwanto juga menjamin bahwa kendala yang muncul tidak memengaruhi keamanan data. Ia menegaskan, “Kami memberikan jaminan penuh bahwa seluruh data pemetaan calon murid baru tersimpan dengan sangat aman. Tidak ada satu pun hak calon murid yang dirugikan secara administratif akibat proses penyempurnaan sistem ini.”
Dengan langkah ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pendidikan berusaha menjaga kelangsungan pendidikan bagi semua siswa, sekaligus mengurangi beban biaya bagi keluarga. Upaya ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menyediakan akses pendidikan yang merata dan terjangkau, meski masih terdapat tantangan dalam menampung semua calon murid di sekolah negeri.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Nilai Inggris Tinggi, Anak Sulit Bicara? Natieva Kids Solusi
Agung Sulistyo: Dari Satpam Jadi Doktor UMY, Inspirasi
Media Sosial Jadi Kunci Belajar Bahasa Inggris di Sekolah
Dr Andryanto Kusmara Dapat Chevalier Palmes Académiques
Perubahan Media Sosial: Dari Jaringan ke Alat Politik
Natieva Kids: Les Bahasa Inggris, Pilih Guru, Tanpa Jadwal
Berita Terbaru
Minuman Probiotik Gula Tinggi: Keseimbangan Usus vs Diabetes
Harga Makanan Stadion Piala Dunia 2026 Menghebohkan Ratusan Ribu Rupiah
Kereta Api Indonesia Rekor 123 Ribu Turis Asing 5 Bulan 2025
Deteksi Tracker Bluetooth di Android & iPhone: Panduan Mudah
77 Ribu Siswa Belum Tertampung, Jabar Rencanakan Swasta
BOJ Naikkan Suku Bunga ke 1%: Tanda Awal Kenaikan 31 Tahun
