Abdul Muin, Petani Muda, Wisudawan Terbaik UNJ IPK 3,87

Cahyo S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 83 dibaca
Bisik.id
Abdul Muin, Petani Muda, Wisudawan Terbaik UNJ IPK 3,87

Gambar atau konten salah?

Di tengah latar belakang keluarga yang sederhana, seorang petani muda berhasil menorehkan prestasi akademik tinggi. Abdul Muin, yang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Jakarta, kini menjadi wisudawan terbaik di Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ.

Ia lulus dari Program Studi Magister Pendidikan Geografi dengan IPK 3,87. “Rasanya campur aduk antara bahagia dan haru. Selama kuliah, saya benar-benar ditempa, bukan hanya secara akademik, tetapi juga cara berpikir dan memandang persoalan, khususnya terkait lingkungan dan pembangunan wilayah,” ujarnya pada 24 April 2026.

Abdul menekankan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari dukungan keluarga. “Kalau hari ini saya bisa sampai di titik ini, itu bukan karena saya hebat, tapi karena doa seorang ibu yang tidak pernah putus,” katanya. Ibu beliau menjadi motivasi utama, sementara ayahnya menegaskan pentingnya melanjutkan pendidikan. Nasihat tersebut menjadi pendorong bagi Abdul untuk menuntaskan jenjang sarjana hingga magister.

Selama menempuh studi, Abdul menghadapi tantangan, terutama saat menulis tesis. Topiknya meneliti peran geografi dalam memahami potensi daerah, khususnya di Kasepuhan Cibarani, Lebak, Banten. Ia ingin menggunakan hasilnya untuk mendukung pembangunan desa berkelanjutan berbasis kearifan lokal. “Tesis Abdul mengangkat topik indikator sumber daya alam dalam mendukung pembangunan desa berkelanjutan di Kasepuhan Cibarani, Lebak, Banten. Ia ingin melihat seberapa besar potensi desanya,” terungkapnya.

Untuk mengatasi kesulitan tersebut, Abdul mengandalkan manajemen waktu yang baik dan menetapkan target realistis. “Kunci utamanya bukan kerja keras sesaat, tapi konsistensi dalam hal-hal kecil yang dilakukan terus-menerus,” jelasnya. Ia menekankan bahwa konsistensi adalah kunci, bukan sekadar kerja keras sesaat.

Abdul juga menyampaikan pesan bagi mahasiswa yang masih menempuh pendidikan. “Tidak harus selalu jadi yang paling pintar. Yang penting mau terus belajar, tidak mudah menyerah, dan tetap ingat tujuan awal,” sampaikan ia. Pesan tersebut menyoroti pentingnya semangat belajar dan doa orang terdekat dalam mencapai tujuan.

Keberhasilan Abdul menunjukkan bahwa latar belakang keluarga tidak menjadi penghalang. Dengan dukungan keluarga, manajemen waktu yang baik, dan konsistensi, seorang petani muda dapat menorehkan prestasi akademik yang gemilang. Kesuksesan ini menjadi contoh bagi generasi muda bahwa pendidikan dapat membuka pintu bagi siapa saja, tak peduli asal-usulnya.

Abdul MuinPetani MudaUniversitas Negeri JakartaMagister Pendidikan GeografiPembangunan Desa BerkelanjutanKasepuhan CibaraniManajemen WaktuKonsistensi

Komentar

Memuat komentar...