AI Poop Tracker Terobosan Pantau Pencernaan Anak Jakarta
Gambar atau konten salah?
Pada 02 April 2026, di Jakarta, dr Frieda Handayani Kawanto, SpA, dokter spesialis anak konsultan gastrohepatologi, menegaskan bahwa kesehatan saluran cerna anak merupakan faktor penting bagi tumbuh kembang secara keseluruhan. Ia menyebut pencernaan sebagai "pintu utama" masuknya nutrisi ke tubuh anak.
"Kalau saluran cerna dari mulut sampai usus sehat, proses pencernaan dan penyerapan nutrisi akan optimal. Tapi kalau terganggu, nutrisinya tidak terserap dengan baik, akhirnya bisa berdampak ke berat badan dan tumbuh kembang," ujarnya dalam acara peluncuran fitur pemantauan pencernaan berbasis AI di Jakarta.
Menurut dr Frieda, keluhan seperti anak sulit naik berat badan, sering diare, hingga sembelit kerap berkaitan dengan kondisi pencernaan. Hal-hal yang terlihat sepele seperti perubahan bentuk, warna, hingga frekuensi Buang Air Besar (BAB) dapat menjadi tanda awal adanya gangguan.
"Kalau pencernaannya membaik, biasanya anak jadi lebih nyaman, tidak rewel, makannya lebih baik, dan lebih aktif," tambahnya. Ia juga menyinggung peran mikrobiota usus, yaitu kumpulan bakteri baik di saluran cerna yang berpengaruh pada sistem imun hingga perkembangan otak anak. Karena itu, asupan serat dan prebiotik sejak dini, termasuk dari ASI, dinilai penting untuk menjaga keseimbangan tersebut.
Sementara itu, Dr Ray Wagiu Basrowi, Medical & Scientific Affairs Director di Danone Indonesia, menyebut masih banyak orang tua yang belum menempatkan kesehatan pencernaan sebagai fondasi utama tumbuh kembang anak. Ia berkata, "Orang tua ingin anaknya pintar dan aktif, tapi sering lupa bahwa dasar dari semua itu adalah sistem pencernaan yang sehat, karena di situlah nutrisi untuk otak dan tubuh diproses."
Ia menambahkan, gangguan pencernaan pada anak juga bisa berdampak pada kondisi psikologis orang tua. "Masalah seperti diare atau konstipasi sering bikin orang tua panik, bahkan bisa meningkatkan stres di rumah," katanya.
Untuk membantu orang tua memantau kondisi tersebut, diperkenalkan fitur AI Poop Tracker dalam platform Bebejourney yang dikembangkan oleh Bebeclub. Fitur ini memungkinkan orang tua mengidentifikasi kondisi pencernaan anak hanya dengan memotret feses, yang kemudian dianalisis menggunakan teknologi kecerdasan buatan.
Rakhmania Pitaloka, Marketing Manager Consumer Value Journey & Customer Relationship Management di Nutricia, menjelaskan bahwa fitur ini dirancang sebagai alat skrining awal yang praktis sekaligus edukatif. Ia berkata, "Banyak orang tua mencari informasi soal BAB anak di internet, tapi belum tentu valid. Di sini kami sediakan tools yang sudah diverifikasi expert, sekaligus dilengkapi edukasi yang mudah dipahami."
Meskipun demikian, penggunaan AI Poop Tracker tidak menggantikan peran tenaga medis. Hasil yang ditampilkan hanya berupa gambaran awal kondisi pencernaan anak, sehingga tetap diperlukan konsultasi dokter jika ditemukan tanda yang mengarah ke gangguan.
Dengan adanya teknologi ini, orang tua diharapkan lebih peka terhadap kondisi pencernaan anak sejak dini. Sebab, dari hal sederhana seperti BAB, berbagai indikasi kesehatan anak sebenarnya sudah bisa dikenali lebih awal sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Video “Moms Mau Anak Tumbuh Optimal? Jangan Sampai Nutrisi Ini Terlewat” menampilkan 20 detik gambaran singkat tentang pentingnya memonitor BAB anak.
Teknologi ini menegaskan bahwa pencernaan anak bukan sekadar proses fisik, melainkan fondasi bagi pertumbuhan, kesehatan mental orang tua, dan perkembangan otak anak. Dengan memanfaatkan AI, orang tua dapat segera mengetahui tanda-tanda awal gangguan pencernaan dan mengambil langkah preventif sebelum masalah menjadi lebih kompleks.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
3.000 Orang Sakit Setelah Makan Selada, Wabah Parasit di AS
Desta Jalani Operasi Sedot Darah di Mata
Keringat Bayi Saat Menyusu? Bisa Jadi Tanda Jantung Bocor
Morinaga: Biarkan Anak Jadi Anak, Tak Perlu Sempurna
Gangguan Jiwa Bisa Memangkas 10-20 Tahun Hidup
Susu Kental Manis vs Evaporasi: Beda Rasa, Beda Fungsi
Berita Terbaru
Ulat Hidup di MBG Boyolali, Ditemukan Tiga Kali
Harga Toyota Avanza Naik Rp 500 Ribu per Juli 2026
Peringatan Bos SK Hynix: Krisis Chip Memori Belum Usai
DJKA Dapat Rp 4,65 Triliun dari Rp 8,05 Triliun Usulan
Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Cair 20 Juli 2026
Indonesia Berlakukan B50, SPBU Wajib Jual Mulai Oktober 2026
Kunjungan Silaturahmi Tiga Pilar Hukum Tanjungpinang
Appi Siap Tempuh Jalur Hukum Jika Dukungan Ditolak
BMKG Catat Gempa 2,5 Magnitudo di Perairan Cilacap
