Airbus Uji Terbang A350‑1000ULR: 22 Jam Tanpa Henti

Eko P. · 2 min baca · 50 menit lalu · 31 dibaca
Bisik.id
Airbus Uji Terbang A350‑1000ULR: 22 Jam Tanpa Henti

Gambar atau konten salah?

Airbus, pabrikan pesawat asal Prancis, baru saja mengumumkan bahwa varian terbaru A350‑1000ULR telah berhasil menyelesaikan uji terbang perdananya. Pesawat ini dirancang untuk terbang hingga 22 jam tanpa henti, menjadikannya salah satu pesawat komersial dengan jangkauan terpanjang.

Uji coba pertama dimulai dengan lepas landas dari fasilitas Airbus di Toulouse, Prancis bagian selatan. Penerbangan tersebut sekaligus menandai dimulainya fase pengujian lanjutan yang akan berlangsung selama dua bulan ke depan. Selama dua bulan, pesawat akan menjalani serangkaian tes intensif untuk memastikan semua sistem berfungsi dengan baik.

Menurut pernyataan resmi Airbus, “Pesawat yang dilengkapi dengan instrumen uji terbang khusus ini mengudara selama tiga jam 43 menit dengan mencapai ketinggian sedikit di atas 41.000 kaki atau sekitar 12.500 meter,” kata manajemen Airbus pada 07 Juni 2026.

Pengujian komprehensif ini bertujuan untuk mendapatkan sertifikasi atas serangkaian modifikasi yang dilakukan pada tiga versi A350 sebelumnya. Salah satu pembaruan paling penting adalah penambahan kapasitas tangki bahan bakar, yang memungkinkan pesawat ini menempuh jarak maksimal hingga 18.500 kilometer.

Pesawat dengan kode ULR (ultra long‑range) merupakan satu dari 12 unit yang dipesan secara khusus oleh maskapai penerbangan asal Australia, Qantas. Armada ini direncanakan akan dioperasikan untuk rute penerbangan langsung legendaris yang menghubungkan Sydney menuju London secara nonstop.

Airbus mematok target pengiriman unit A350‑1000ULR pertama kepada Qantas pada 01 April 2027. Jadwal ini bergeser dari tenggat awal maskapai yang sebelumnya berharap dapat mengoperasikan rute komersial tanpa henti tersebut pada 01 Januari 2025.

Kehadiran jet jarak jauh ini diproyeksikan akan menggeser rekor jarak tempuh penerbangan global. Saat ini, rute penerbangan komersial terpanjang di dunia dipegang oleh Singapore Airlines untuk rute Singapura menuju New York, yang menempuh jarak 15.350 kilometer dengan waktu tempuh berkisar 18 jam.

Dengan peningkatan kapasitas bahan bakar dan jangkauan yang lebih luas, A350‑1000ULR menandai langkah penting bagi industri penerbangan dalam mengembangkan rute nonstop antar benua. Rencana pengiriman ke Qantas menunjukkan komitmen Airbus untuk memperluas layanan jarak jauh dan menawarkan pengalaman penerbangan lebih efisien bagi penumpang.

AirbusA350‑1000ULRuji terbangjangkauan 22 jamQantasrute Sydney‑Londonkapasitas tangki bahan bakar

Komentar

Memuat komentar...