Akhir Pekan: Pasangan Gresik Nikmati Festival Budaya TMII

Dewi M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 82 dibaca
Bisik.id
Akhir Pekan: Pasangan Gresik Nikmati Festival Budaya TMII

Gambar atau konten salah?

Long weekend menjadi waktu yang banyak dimanfaatkan warga Jabodetabek untuk beristirahat sekaligus berwisata. Salah satu tempat yang dipadati pengunjung adalah Taman Mini Indonesia Indah di Cipayung, Jakarta Timur, yang dipenuhi wisatawan pada Minggu, 3 Mei 2026. Di tengah keramaian, para pengunjung menunggu shuttle sambil menikmati rindangnya kawasan taman, termasuk area di sekitar kereta gantung. Suasana tetap terasa santai, penuh aktivitas keluarga, dan ramai.

Di antara keramaian tersebut, kami mewawancarai pasangan suami istri asal Bawean, Gresik, yang kini menetap di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Mereka bernama Halilah (55) dan Anshorudin (67). Pasangan ini datang ke TMII bersama keluarga untuk mengikuti acara penting.

“Kebetulan tanggal ini kami ada event di Anjungan Jawa Timur, Festival Budaya Gresik. Karena kami dari Gresik, tepatnya di Pulau Bawean. Pokoknya dari Komunitas Kampung Bawean se‑Jabodetabek pada kumpul di mari,” kata Halilah.

Acara kumpul-kumpul ini sudah terorganisir dengan rapi. Halilah bersama keluarganya yang berjumlah lima orang mendaftar melalui tautan khusus dari komunitas, sehingga bisa mendapatkan akses masuk gratis dan voucher makan.

Setelah Festival Budaya Gresik, anggota keluarga yang lebih muda sedang jajan dan berkeliling bersama anak-anak. Halilah dan suami memilih bersantai.

“Kita disuruh jaga teras katanya, nyantai aja,” kata dia.

Untuk Anshorudin, TMII bukanlah tempat yang asing. Ia mengaku sudah sering berkunjung bahkan sejak zaman pemerintahan Presiden Soeharto. “Sudah banyaklah (berkunjung). Dari zaman Bu Tin, dulu di Jambore Cibubur baru ke sini,” ujar dia.

Namun, pengakuan berbeda justru datang dari sang istri. Momen wawancara itu mendadak menjadi ajang ‘curhat’ yang mengundang tawa.

“Sekarang setelah berumah tangga, selama aku jadi istrinya 30 tahun lebih, nggak pernah ke Taman Mini (diajak suami). Aku curhat ama dirimu lho,” kata Halilah.

Dia mengaku baru tiga kali ini menginjakkan kaki di TMII, itu pun baru terlaksana setelah area wisata ini direvitalisasi.

Soal aksesibilitas dan fasilitas wajah baru TMII, pasutri lansia ini memberikan acungan jempol. Mereka berangkat dari Tanjung Priok hanya dengan menggunakan TransJakarta.

“Aku naik busway, murmer (murah meriah), enak, cuma Rp 3.500,” kata Halilah.

Sesuai dengan fasilitas yang disediakan, mereka sangat terbantu dengan adanya kendaraan keliling gratis atau shuttle Angling (Wira‑Wiri). Tak tanggung-tanggung, mereka sudah naik hingga empat kali untuk transit menuju lokasi event dan berkeliling.

“Enak, kalau bisa dibawa pulang, aku bawa pulang ke daerahku buat jalan‑jalan. Area istirahatnya juga memadai menurut aku, sejuk,” kata dia.

Sebagai penutup, pengunjung ini menitipkan harapan untuk pengelola TMII agar terus meningkatkan kenyamanan.

“Harapannya ya pokoknya semakin bagus, semakin sejuk, aman, pelayanannya memuaskan, ke mana‑mana wira‑wirinya gampang dan dekat. Dan bagi kami, khusus emak‑emak, banyakin hal‑hal yang gratis‑gratis. Biasa dong!” ujar Halilah.

Wawancara ini menyoroti bagaimana sebuah acara budaya dapat menjadi ajang reuni komunitas sekaligus memperlihatkan peningkatan fasilitas di taman wisata. Kunjungan pasangan ini menegaskan pentingnya akses transportasi murah, fasilitas gratis, dan suasana yang nyaman bagi pengunjung dari berbagai kalangan. Dengan demikian, Taman Mini Indonesia Indah tetap menjadi destinasi yang menarik bagi warga Jabodetabek yang ingin bersantai sambil menikmati kebudayaan.

Taman Mini Indonesia IndahFestival Budaya GresikBaweanTransJakartaShuttle gratisJabodetabekFasilitas wisata

Komentar

Memuat komentar...