Aktor China Zhang Xiaolei Ganti Karier Jadi Petani Cabai
Gambar atau konten salah?
Di kota Jakarta, seorang aktor drama pendek asal China, Zhang Xiaolei, kini menanam cabai di ladang Haidong, Qinghai. Perubahan ini terjadi setelah kariernya di dunia mini drama menurun drastis karena munculnya teknologi AI yang menggantikan peran manusia.
Zhang Xiaolei, berusia 28 tahun, pernah menjadi wajah yang dikenal luas di layar. Ia memerankan hampir 200 serial pendek, biasanya menampilkan karakter “bos dingin” atau ba zong—pria kaya, dominan, dan posesif, namun lembut terhadap pasangan. Karakter ini sangat digemari penonton mini drama di China.
Kariernya dimulai pada 31 Desember 2023, ketika temannya memperkenalkannya ke kru produksi mini drama. Dengan dasar kemampuan menari, Zhang perlahan mendapatkan tawaran akting. Saat industri mini drama berada di puncak popularitas, ia melaporkan tidak pernah memiliki waktu istirahat. Ia bahkan pernah bekerja tanpa henti selama tiga hari berturut‑turut untuk memenuhi jadwal syuting yang padat.
Namun, ketika AI mulai digunakan dalam produksi, kehadiran karakter virtual mengurangi kebutuhan akan aktor manusia. Zhang hanya menerima satu tawaran akting sepanjang tahun ini, dan bayaran yang ditawarkan hanya setengah dari honor tahun lalu. Kondisi ini membuatnya memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya di Haidong, Qinghai, dan memulai peternakan cabai.
Di awal 01 Maret 2024, Zhang menginvestasikan 400 ribu yuan—sekitar Rp 900 juta—untuk kebun cabai miliknya. Ia memilih cabai karena keluarganya sudah lama menanamnya. Orang tuanya telah menekuni usaha ini puluhan tahun, sehingga Zhang merasa cukup memahami bisnis tersebut.
“Pekerjaan utama saya sekarang menanam cabai dan menjualnya di pasar. Kalau ada kesempatan akting saya akan ambil, kalau tidak ya saya jadi petani,” ujar Zhang. Ia menjual cabai di pasar tradisional dengan harga Rp 9 ribu per kilogram.
Lewat media sosial, Zhang juga mengungkapkan kekecewaannya. “Di drama saya punya banyak uang, tapi di kehidupan nyata saya bisa sedih kalau ada pembeli lupa bayar,” katanya. Meski begitu, ia tetap optimis menjalani hidup barunya. Menurutnya, hidup penuh naik turun, dan ia percaya masih bisa melewati masa sulit tersebut.
Perubahan ini menyoroti dampak AI pada industri hiburan. Saat karakter virtual menjadi lebih realistis, permintaan akan aktor manusia menurun. Zhang Xiaolei, yang dulu memerankan bos kaya di layar, kini menanam cabai di ladang, menjual hasilnya di pasar, dan menunggu kesempatan akting yang mungkin datang di masa depan.
Perjalanan Zhang menunjukkan bagaimana teknologi dapat mengubah jalur karier seseorang. Dari menari di set produksi hingga menanam cabai, ia menyesuaikan diri dengan realitas baru. Meskipun tantangan tetap ada, Zhang tetap berusaha menjaga semangat, menekankan bahwa setiap fase kehidupan membawa pelajaran baru.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tebet Temukan 5 Kafe Hidden Gem dengan Suasana Tenang
Kakek India Viral Berbagi Nasi Lemak Tradisional Indonesia
Gemblong Viral: 5 Varian Terbaru di Jakarta dan Jawa Barat
Zangrandi: Es Krim Surabaya, 90 Tahun Sejarah dan Rasa Asli
Cecina vs Biltong: Duel Kuliner di Piala Dunia 2026
10 Kota Kuliner Terbaik 2026: Dua di Asia Tenggara
Berita Terbaru
Sabtu 13 Juni 2026: Jadwal Piala Dunia & Cara Menonton
Babi Hutan Serang 4 Warga, 2 Luka Berat di Cianjur
BMKG Prediksi Hujan Petir di Kabupaten Kaur, Bengkulu
Ramalan Zodiak Sabtu 13 Juni 2026: Panduan Asmara Hari Sabtu
13 Juni 2026: 27 Dzulhijjah 1447 H, Dua Bulan Hijriah di Juni
El Niño 2026 Prediksi Suhu Pasifik Naik 3-4°C Sesuai ECMWF
Sumur Puter di Kudus: Warisan Air Sunan yang Terlupakan
Gula dalam Probiotik: Kunci Fermentasi dan Risiko Gizi
Air Putih Lebih Menarik: Tambah Lemon, Mint, Chia, Garam