Amalan Sunnah Sebelum Sholat Idul Adha: Mandi, Pakaian Rapi

Hari W. · 2 min baca · 17 hari lalu · 24 dibaca
Bisik.id
Amalan Sunnah Sebelum Sholat Idul Adha: Mandi, Pakaian Rapi

Gambar atau konten salah?

Sholat Idul Adha adalah salah satu ibadah utama pada Hari Raya Kurban. Sebelum melaksanakan sholat dua rakaat, banyak muslim dianjurkan melakukan beberapa amalan sunnah agar pahala lebih berlipat.

Idul Adha tidak sekadar perayaan dengan suara takbir dan aroma masakan. Ia juga menjadi ajang menghidupkan sunnah Rasulullah SAW. Oleh sebab itu, mengikuti langkah-langkah sunnah sebelum sholat sangat penting.

Berikut adalah enam anjuran amalan sebelum sholat Idul Adha yang disarankan dalam buku Adab dan Doa Sehari-hari untuk Muslim Sejati karya Thoriq Aziz Jayana:

  1. Mandi sebelum berangkat ke tempat sholat.
  2. Berhias diri dan memakai pakaian terbaik.
  3. Memakai wewangian.
  4. Menahan makan atau minum dari waktu subuh sampai selesai sholat Idul Adha.
  5. Menggunakan jalan berangkat dan pulang yang berbeda.
  6. Memperbanyak bertakbir ketika keluar dari rumah menuju masjid atau lapangan tempat sholat dengan suara dikeraskan.

Setiap poin di atas memiliki tujuan spiritual. Mandi dan berpakaian rapi menandakan kesiapan hati dan tubuh untuk beribadah. Menggunakan wewangian menambah kesucian. Menahan makan dan minum menegaskan rasa pengorbanan, mirip dengan menahan diri dari makanan sebelum menunaikan sholat.

Untuk niat mandi sunnah Idul Adha, berikut bacaan yang diucapkan:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيدِ الأَصْحَى سُنَّةٌ لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya niat mandi untuk menghadiri shalat Iduladha, sunah karena Allah taala.”

Setelah mandi, langkah berikutnya adalah membaca takbir. Bacaan takbir untuk Hari Raya Idul Adha adalah:

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Yang berarti: “Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar selain Allah, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, segala pujian hanya untuk-Nya.”

Takbir ini diucapkan berulang kali saat menuju masjid atau lapangan sholat. Suara takbir yang keras menegaskan kesungguhan hati.

Selain niat dan takbir, ada hikmah amalan tidak makan sebelum sholat Idul Adha. Nabi SAW tidak makan sebelum sholat, dan hanya makan setelah sholat selesai. Tiga hikmah yang dapat dipetik adalah:

  • Rasulullah akan makan daging kurban setelah sholat, sehingga memberi waktu bagi yang berkurban untuk menyembelih dan menikmati daging.
  • Memberi kesempatan bagi umat yang berkurban untuk menyelesaikan penyembelihan dan menikmati daging.
  • Menjadi pendidikan bagi muslim yang belum terbiasa puasa sunnah, agar mereka dapat menahan lapar sejenak setelah menunaikan sholat.

Praktik tidak makan sebelum sholat juga menegaskan kesabaran dan pengorbanan, dua nilai penting dalam perayaan Idul Adha.

Dengan mengikuti semua amalan sunnah ini—mandi, berpakaian rapi, memakai wewangian, menahan makan dan minum, menggunakan jalan berbeda, bertakbir, serta niat mandi dan takbir—muslim dapat menambah pahala dan mendekatkan diri kepada Allah. Praktik ini juga memperkuat rasa kebersamaan dan kesatuan umat dalam merayakan Hari Raya Kurban.

Idul AdhaSholatAmalan SunnahMandiTakbirMenahan MakanWewangianKurban

Komentar

Memuat komentar...