Ambulans Lazisnu Nganjuk Tersesat di Tengah Konvoi Pejabat

Bayu K. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 95 dibaca
Bisik.id
Ambulans Lazisnu Nganjuk Tersesat di Tengah Konvoi Pejabat

Gambar atau konten salah?

Ambulans milik Lazisnu Nganjuk menjadi sorotan media sosial setelah video rekaman menampilkan kendaraan tersebut melintas di tengah konvoi pejabat. Video itu terekam pada 16 Mei 2025 saat kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto dan jajaran menteri di Bumi Anjuk Ladang.

Mobil dengan nomor polisi AG 1382 GV membawa pasien darurat, seorang penderita stroke, yang harus dirujuk dari RSUD Kertosono ke Rumah Sakit Ngudi Waluyo Blitar. Ambulans tersebut menempuh rute Jalan Raya Surabaya‑Solo, melewati Desa Nglawak di Kecamatan Kertosono.

Di sana, kendaraan terhenti karena kepadatan lalu lintas. Rombongan pejabat yang mengantar kepulangan Presiden menggunakan helikopter di Stadion Kertosono membuat jalur menjadi macet. Ambulans terpaksa menunggu sampai petugas dapat membuka jalan.

Video momen itu diunggah ke akun Instagram pada 17 Mei 2026. Dalam satu hari, tayangan tersebut ditonton lebih dari 550 ribu kali dan menuai banyak komentar dari warganet.

Sopir ambulans, Purwandika Sunu Maulana (21 tahun), menjelaskan situasi saat itu. Ia sedang menuju RSUD Kertosono dari arah Nganjuk kota untuk menjemput pasien. Menurutnya, pasiennya mengalami stroke dan memerlukan oksigen penuh.

“Kondisi pasiennya darurat karena memakai oksigen. Posisi saya dari arah Kota Nganjuk menuju RSUD Kertosono. Pas sudah masuk Desa Nglawak, sekitar kurang dari satu kilometer dari rumah sakit, jalan sudah macet total,” kata Maulana pada 18 Mei 2026.

Ia menambahkan bahwa awalnya ia mencoba mengambil jalur kanan karena melihat antrean kendaraan panjang. Untungnya, ada petugas Damkar Nganjuk di lokasi yang membantu membuka jalan sampai ke rumah sakit.

Setelah pasien dibawa, ambulans melanjutkan perjalanan menuju RS Ngudi Waluyo Blitar. Namun, konvoi menteri masih mengisi jalur di sepanjang rute. Saat itulah aparat gabungan mulai bertindak.

Polisi patwal, Satlantas, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, dan Polisi Militer bekerja sama memberi ruang bagi ambulans. Mereka memindahkan kendaraan konvoi ke sisi lain, memungkinkan ambulans lewat di jalur tengah.

“Pas sudah bawa pasien, ternyata di depan masih ada rombongan menteri. Petugas langsung bantu. Saya lewat jalur tengah, mobil-mobil rombongan minggir semua,” ungkap Maulana.

Ia juga menyebutkan bahwa pengawalan dilakukan hingga kawasan sebelum Simpang Mengkreng. Setelah itu, lalu lintas kembali lancar dan ambulans langsung melanjutkan perjalanan menuju arah Kediri‑Blitar.

Pengalaman tersebut menjadi momen tak terlupakan bagi Maulana. Ia mengaku salut karena seluruh petugas di lapangan sigap mengutamakan ambulans meski saat itu sedang ada pengamanan kepala negara.

“Saya respek kepada petugas di lapangan. Bahkan meskipun ada pejabat tinggi, mereka tetap paham ini kondisi darurat. Terima kasih kepada petugas dan rombongan menteri karena tetap memberi prioritas,” pungkas Maulana.

Video ini menyoroti pentingnya koordinasi antara aparat keamanan dan layanan kesehatan dalam situasi darurat. Keputusan cepat dan kerja sama lintas lembaga memastikan pasien mendapatkan perawatan tepat waktu, meski di tengah kepadatan lalu lintas yang dipicu oleh kegiatan resmi.

AmbulansKonvoi pejabatVideo media sosialRSUD KertosonoRS Ngudi Waluyo BlitarKoordinasi aparat keamananKepadatan lalu lintas

Komentar

Memuat komentar...