IHSG Menguat 1,10%, Asing Beli Bersih Rp725 Miliar

Surya B. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
IHSG Menguat 1,10%, Asing Beli Bersih Rp725 Miliar

Gambar atau konten salah?

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada Jumat, 17 Juli 2026. Angkanya naik 1,10% ke level 6.175,54. Kenaikan ini utamanya didorong oleh saham-saham bank besar seperti BBCA, BBRI, dan BMRI. Namun, pelemahan pada saham DCII, BREN, dan BRMS sedikit menahan laju penguatan tersebut.

Investor asing juga menunjukkan aktivitas positif. Mereka mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp725,11 miliar di pasar reguler. Jika ditotal dari seluruh pasar, angka beli bersih mencapai Rp638,57 miliar. Dari sisi sektoral, tujuh dari sebelas sektor berakhir di zona hijau. Sektor keuangan menjadi pemimpin dengan kenaikan 2,34%. Sebaliknya, sektor basic industry menjadi yang paling tertekan dengan koreksi sedalam 0,50%.

Kondisi berbeda terjadi di bursa Amerika Serikat. Dow Jones ditutup melemah 0,77%. S&P 500 terkoreksi 1,01%, dan Nasdaq turun 1,40%. Sementara itu, penerapan Price Impact Ratio (PIR) dalam metodologi High Shareholding Concentration (HSC) dinilai bisa mendukung peningkatan kualitas likuiditas pasar. Hal ini juga sejalan dengan aspek Extreme Price Increase (EPI) yang menjadi bagian dari evaluasi MSCI. Respons positif terlihat dari kenaikan ETF EIDO sebesar 2,05% dan MSCI Indonesia sebesar 2,97%.

Berita Emiten: PT Darma Henwa Tbk. (DEWA)

DEWA membentuk tiga entitas anak baru. Langkah ini merupakan bagian dari pengembangan usaha di sektor kelistrikan, infrastruktur, dan hospitality. Tiga perusahaan tersebut adalah DH Listrik, DH Infrastruktur, dan DH Arunika Hospitality. DH Listrik akan fokus pada pembangkitan dan penyediaan tenaga listrik. DH Infrastruktur bergerak di bidang kepelabuhanan, pergudangan, angkutan laut, dan jasa transportasi pendukung. Sementara DH Arunika Hospitality menjalankan usaha pengelolaan hotel, akomodasi, jasa boga, hingga penyediaan tenaga kerja.

Kepemilikan DH Listrik dan DH Infrastruktur dilakukan secara tidak langsung melalui DH Investindo sebesar 99,90% dan Cipta Multi Prima sebesar 0,10%. Sedangkan DH Arunika Hospitality dimiliki langsung oleh DEWA sebesar 99,90%, dengan sisa kepemilikan berada pada Cipta Multi Prima. Hingga kuartal I-2026, DEWA membukukan total aset sebesar Rp15,95 triliun dan ekuitas Rp7,89 triliun. Kedua angka ini turun dibandingkan posisi akhir 2025. Pendapatan tercatat sebesar Rp1,55 triliun, atau turun 2,21% secara tahunan. Namun, laba bersih justru meningkat 34,59% menjadi Rp92,72 miliar.

Berita Emiten: PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. (RISE)

RISE memulai pembangunan proyek resort Vasa Ubud di Bali. Nilai investasi proyek ini sekitar Rp1 triliun. Resort ini berdiri di atas lahan seluas sekitar 7,39 hektare di kawasan Ubud. Proyek ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 30 bulan. Resort mengusung konsep low-density luxury resort. Rencananya, akan dibangun 41 vila privat dan 128 kamar hotel bergaya sanctuary. Perusahaan menyampaikan bahwa proyek ini merupakan bagian dari upaya memperluas portofolio properti premium. Langkah ini juga diharapkan bisa meningkatkan kontribusi segmen hospitality dan pendapatan berulang (recurring income) bagi perusahaan.

Berita Emiten: PT Astra International Tbk. (ASII)

ASII akan menjalankan program pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp8 triliun. Program ini berlangsung pada periode 20 Juli 2026 hingga 16 Juli 2027. Keputusan ini telah mendapat persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB. Perusahaan menyatakan dana buyback berasal dari kas internal. Jumlah saham yang dibeli kembali tidak boleh melebihi 10% dari modal ditempatkan dan disetor. Perusahaan juga tetap mempertahankan porsi saham publik minimal 15%.

Program buyback ini merupakan kelanjutan dari buyback senilai Rp2 triliun yang dimulai sejak November 2025. Pada periode 16 Maret hingga 15 Juni 2026, ASII telah merealisasikan pembelian kembali sebesar Rp810,70 miliar. Angka ini setara dengan sekitar 40,5% dari alokasi dana. Jumlah saham yang dibeli mencapai 153,43 juta lembar dengan harga rata-rata Rp5.283 per saham. Dalam agenda RUPSLB yang sama, pemegang saham juga menyetujui pengalihan maksimal 100 juta saham hasil buyback untuk pelaksanaan Management Stock Ownership Program (MSOP).

Rekomendasi Saham Hari Ini

  • TLKM - Buy 2630-2650 | TP 2680-2710 | SL 2490
  • BUVA - Buy 940-950 | TP 970-990 | SL 900
  • BRIS - Buy 1895-1905 | TP 1925-1950 | SL 1795
  • TOWR - Buy 404-408 | TP 414-424 | SL 384
  • AADI - Buy 8650-8700 | TP 8825-9000 | SL 8325

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Secara keseluruhan, pergerakan IHSG yang positif didorong oleh sektor keuangan dan aksi beli asing. Di sisi lain, beberapa emiten seperti DEWA, RISE, dan ASII menunjukkan langkah ekspansi dan strategi korporasi yang berbeda. DEWA memperluas bisnis ke sektor baru, RISE menggarap proyek resort premium, dan ASII melanjutkan program buyback besar-besaran. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan di pasar global, aktivitas korporasi di dalam negeri tetap berjalan.

IHSGsahambankinvestor asingpembelian bersihsektor keuanganbuyback

Komentar

Memuat komentar...