Dolar Menguat, Ketegangan Timur Tengah dan Minyak Jadi Pemicu
Gambar atau konten salah?
Nilai tukar dolar Amerika Serikat mengalami sedikit kenaikan terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Penyebabnya adalah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak yang cukup besar.
Pada hari Senin, 20 Juli 2026, dolar AS menguat 0,1% terhadap yen Jepang menjadi 162,48 yen per dolar AS. Penguatan ini didorong oleh situasi geopolitik yang memanas, membuat para investor beralih ke aset yang dianggap aman. Level ini menjadi yang terkuat bagi dolar AS sejak 9 Juli lalu.
Di sisi lain, euro tercatat melemah 0,1% terhadap dolar AS menjadi US$ 1,1426. Poundsterling Inggris relatif stabil di angka US$ 1,3445. Sementara itu, dolar Australia turun 0,1% menjadi US$ 0,6975, dan dolar Selandia Baru melemah 0,2% menjadi US$ 0,5833.
"Pasar valuta asing relatif tenang, dengan dolar AS secara umum stabil, sementara dolar Australia melemah terhadap dolar AS dan sebagian besar mata uang utama," tulis analis Westpac dalam sebuah laporan riset.
"Sentimen pasar terus memburuk karena kekhawatiran seputar valuasi semikonduktor membebani selera risiko, sementara ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Iran menangguhkan komitmennya berdasarkan kesepakatan perdamaian sementara," lanjut analis tersebut.
Saat ini, harga minyak mentah Brent yang menjadi patokan global berada di level US$ 90,97 per barel. Angka ini naik 3,3% pada awal perdagangan hari ini.
Pasar juga terus mengantisipasi penahanan suku bunga pada pertemuan Federal Reserve berikutnya yang dijadwalkan pada 29 Juli mendatang. Hal ini membuat dolar AS semakin diminati oleh para investor.
Secara keseluruhan, pergerakan nilai tukar saat ini sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama: ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed. Keduanya mendorong investor untuk mencari tempat yang lebih aman bagi uang mereka, dan dolar AS menjadi salah satu pilihan utama.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
IHSG Menguat 1,10%, Asing Beli Bersih Rp725 Miliar
IHSG Dibuka Hijau di Level 6.200
Dolar AS Mendekati Rp 18.000, Konflik Timur Tengah Picu Penguatan
IHSG Sesi I Menguat, Asing Jual Bersih Rp302 Miliar
Premi Taspen Life Melonjak 27,8% Jadi Rp1,98 Triliun
Jumlah Warga Tanpa Rekening Bank Tersisa 15 Juta
