Anak 12 Tahun Kediri Juara Bronze Padel di Fede Court

Tika M. · 3 min baca · 27 hari lalu · 64 dibaca
Bisik.id
Anak 12 Tahun Kediri Juara Bronze Padel di Fede Court

Gambar atau konten salah?

Di kota Kediri, dunia olahraga padel menyaksikan kejutan yang tak terduga. Seorang anak berusia 12 tahun, Aditya Dhiaurrahman Abrarkhautar, yang masih duduk di kelas 6 SD, berhasil meraih juara pertama di kategori Bronze Open Man pada Turnamen Fede Padel Club. Piala itu didapatkan di Fede Padel Court, Kediri, pada momen bersejarah peresmian dan pengukuhan Pengurus Padel Kota Kediri.

Prestasi ini lebih menakjubkan karena Abrar mengalahkan 17 pasangan pemain yang usianya jauh di atasnya. Turnamen perdana ini sekaligus menjadi ajang penting bagi pendirian pengurus padel di kota tersebut. Keberhasilan seorang anak seumur 12 tahun menantang pemain dewasa menambah warna pada sejarah olahraga lokal.

Abrar adalah putra Kapolres Kediri Kota, AKBP Anggi Saputra Ibrahim. Sejak kecil, ia terpapar dunia olahraga melalui ayahnya yang aktif di tenis, padel, dan lari. Kecintaan pada olahraga tumbuh bersama, dan ketika Abrar menemani ayahnya di tugasnya di kota, ia langsung jatuh hati pada padel. Olahraga ini, yang memadukan unsur tenis dan squash, baru saja menjadi tren di Kediri.

Turnamen ini terdiri dari enam kelas sekaligus: Bronze Open, Rookie Women, Rookie Men, Beginner Men, Beginner Women, dan Beginner-Low Bronze Mix. Dengan enam kategori, acara ini menjadi ajang perdana yang cukup bergengsi bagi komunitas padel di kota tersebut.

Dengan senyum polos khas anak-anak, Abrar mengungkapkan kebanggaan dan semangatnya setelah meraih gelar juara. “Awalnya deg-degan banget, soalnya lawan-lawannya semua lebih besar dan lebih tua dari aku. Tapi aku sudah latihan dan percaya sama kemampuan sendiri. Senang banget bisa menang, tapi yang paling penting buat aku, olahraga padel itu seru banget dan aku mau terus latihan supaya bisa makin bagus,” ujar Abrar sumringah.

Sang ayah, Kapolres Kediri Kota, tak menyembunyikan rasa harunya ketika menyaksikan putranya tampil di hadapan puluhan peserta dewasa. “Saya akui, saya terharu dan bangga. Bukan semata-mata karena dia juara, tapi karena saya melihat sendiri bagaimana dia berjuang, tidak menyerah, dan bermain dengan hati. Dia memang dari kecil saya ajak mengenal olahraga, karena saya percaya olahraga membentuk karakter anak. Alhamdulillah, Abrar membuktikannya hari ini. Semoga ini menjadi awal yang baik bagi perjalanan olahraganya,” jelas Anggi.

Ketua Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI) Kota Kediri sekaligus pemilik Fede Padel Club, Sam Sonata Hermawan, pun tidak bisa menyembunyikan kekagumannya. “Kami benar-benar tidak menyangka. Ini turnamen perdana kami sekaligus momentum pengukuhan pengurus, dan tiba-tiba ada anak usia 12 tahun, kelas 6 SD, tampil begitu percaya diri dan akhirnya menjadi juara 1 di kategori Bronze Open Man. Ini luar biasa. Abrar membuktikan bahwa padel adalah olahraga untuk semua usia. Kami sangat bangga dan berharap prestasi ini bisa menginspirasi anak-anak muda lainnya di Kota Kediri untuk mengenal dan mencintai padel,” tutur Sam.

Padel, meski masih tergolong baru di Indonesia, menunjukkan potensi besar di Kediri. Kehadiran Fede Padel Court dan pengakuan resmi pengurus kota menandai langkah awal perkembangan olahraga raket ini. Dengan dukungan komunitas, fasilitas, dan contoh inspiratif seperti Abrar, padel berpotensi tumbuh menjadi olahraga yang lebih dikenal dan diminati di kalangan anak muda.

Keberhasilan Abrar menegaskan bahwa usia bukanlah penghalang dalam olahraga padel. Prestasi ini tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga simbol semangat dan potensi generasi muda Kediri dalam mengejar olahraga yang menyenangkan dan menantang.

PadelKediriAditya Dhiaurrahman AbrarkhautarTurnamen Fede Padel ClubBronze Open ManKapolres KediriKomunitas padel

Komentar

Memuat komentar...