Annas Sholihin: Dari Pramuka ke Doktoral, Prestasi Gemilang

Rini S. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 55 dibaca
Bisik.id
Annas Sholihin: Dari Pramuka ke Doktoral, Prestasi Gemilang

Gambar atau konten salah?

Annas Sholihin berasal dari Madura dan sempat terjebak masalah ekonomi. Ia hampir berhenti kuliah, namun memilih untuk tetap maju.

Untuk menutupi biaya kuliah, Annas bekerja sebagai pembina pramuka di tiga sekolah sekaligus. Uang yang ia kumpulkan disimpan dan digunakan untuk tugas-tugas S1.

"Kalau saat itu saya menyerah, mungkin ceritanya akan berbeda. Saya selalu percaya bahwa kesulitan hanya meminta kita untuk lebih kreatif mencari jalan," ungkapnya pada laman Universitas Negeri Surabaya (Unesa) 21 Maret 2026.

Gairah dan ketekunannya membawanya menyelesaikan studi magister dalam waktu 1,5 tahun.

Dari riset tesisnya, Annas memperoleh pendanaan DPPM BIMA Kementerian Pendidikan. Karyanya dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi Scopus Q1 01 Juni 2025.

Perjuangannya berlanjut. Ia mencatatkan 142 Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan lebih dari 23 publikasi ilmiah. H-indexnya mencapai 10 dan skor Sinta mencapai 88.

Inovasinya terletak pada media pembelajaran berbasis etnopedagogi, mengintegrasikan budaya lokal Madura ke dalam pelajaran matematika di sekolah dasar. Pendekatan ini membuat konsep matematika lebih kontekstual dan mudah dipahami siswa.

Annas lulus Magister dengan IPK sempurna 4,00, menjadi wisudawan terbaik periode 118 di Unesa.

Kini, ia melangkah ke jenjang doktoral S3 melalui jalur fast track.

Dalam perjalanan akademiknya, Annas Sholihin menunjukkan bahwa ketekunan dan kreativitas dapat menaklukkan hambatan ekonomi dan menghasilkan kontribusi signifikan bagi dunia pendidikan.

Annas SholihinUniversitas Negeri SurabayaHak Kekayaan Intelektualpembelajaran etnopedagogimatematikaMaduraFast track S3

Komentar

Memuat komentar...