Artotel Leguna Magelang: Desain Stupa Borobudur Khusus

Dian P. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 88 dibaca
Bisik.id
Artotel Leguna Magelang: Desain Stupa Borobudur Khusus

Gambar atau konten salah?

Andra Matin, seorang arsitek terkemuka, menorehkan namanya di bangunan megah Artotel Leguna Magelang. Konon, inspirasi utamanya datang dari stupa candi Borobudur. Hotel ini tidak sekadar menawan; ia berdiri megah dengan desain unik yang memanjakan mata.

Dari depan, bangunan berbentuk persegi ini menghadap ke empat penjuru kota Magelang. Artotel Leguna Magelang dirancang agar tamu dapat menikmati pemandangan kota lewat keempat sisinya serta gunung-gunung di sekitarnya. “Kota Magelang itu tidak flat, tapi dia berbukit. Kemudian ada beberapa gunung sekitar sini yang pemandangannya sangat bagus. Kenapa kamar-kamar di hotel ini menghadap hampir ke empat sisi, karena keempat sisinya bagus semua,” ungkap Andra Matin pada Sabtu, 25 April 2024.

Saat mendesain hotel, Andra terinspirasi lagi dari kemegahan candi Borobudur. Ia menyalurkan kekagumannya lewat atrium oval yang menjulang di tengah-tengah bangunan. Atrium ini berbentuk meruncing ke atas, mulai dari lantai mezanin hingga atap yang ditutup kaca transparan, sehingga cahaya alami dapat masuk ke area lobby. Struktur semakin mengerucut hingga puncaknya, dan di sekelilingnya terdapat lubang-lubang berbentuk segitiga yang tidak beraturan. Ada juga platform seperti balkon yang menjorok ke tengah, menjadi lokasi foto-foto para tamu.

Andra menjelaskan lebih lanjut tentang struktur unik tersebut. “Saya membayangkan kita ada di dalam suatu stupa di Borobudur, dimana stupa itu manifestasinya adalah perluasan lobby yang sangat tinggi. Kemudian di atas itu ada celah, ada lubang dimana sinar masuk ke dalam supaya menerangi area seluruhnya, dengan demikian daerah situ menjadi sangat puitis dan megah,” jelas Aang, sapaan akrabnya. Ia menambahkan, “Orang akan suprise ketika masuk dan melihat ruang itu. Kami memberikan jendela-jendela kecil yang tidak teratur supaya mengaburkan masing-masing lantai, jadi nggak ketahuan itu berapa lantai dan dimana lantai berada, jadi kayak acak, sangat sculptural. Jadi inilah Artotel, hotel yang ada art-nya.”

Saya termasuk orang yang merasa sangat takjub ketika pertama kali melihat struktur unik itu berada di tengah-tengah hotel. Bentuknya mengingatkan saya terhadap Pantheon, bangunan kuil bersejarah di Roma dengan kubah berbentuk bulat dan mempunyai lubang di bagian tengahnya. Namun di Artotel Leguna Magelang ini, lubang tersebut ditutup oleh kaca sehingga aman ketika ada hujan.

Keunikan lain dari karya Andra Matin terletak pada fasad luarnya. Jendela berbentuk segitiga dengan tidak beraturan menghiasi hotel. Andra menyebut inspirasi jendela itu diambil dari candi Borobudur. Bukaan jendela di hotel sengaja dibuat agar sirkulasi udara bisa lebih lancar dan hotel tidak memerlukan AC di bagian koridornya. “Jendela-jendela di luar juga inspirasinya dari Borobudur, dari stupa dan arca Borobudur, supaya lebih hemat energi, dengan ada sinar dari atas, koridor kamar itu juga tidak menggunakan AC. Angin bisa lewat di koridor, kita mengurangi cost dari operasional, itu kira-kira alasan bentuk ekspresi dari Artotel ini,” pungkas Andra Matin.

Desain yang terinspirasi dari candi Borobudur tidak hanya menambah estetika, tapi juga memberikan solusi praktis. Dengan jendela segitiga yang tidak teratur, aliran udara alami dapat masuk ke seluruh koridor, mengurangi kebutuhan pendinginan mekanis. Hal ini meningkatkan efisiensi energi sekaligus menciptakan suasana yang lebih segar bagi tamu.

Keputusan Andra Matin untuk menempatkan atrium oval di tengah hotel juga menciptakan titik fokus visual. Atrium ini tidak hanya menambah kesan megah, tapi juga menjadi ruang sosial bagi tamu. Lampu alami yang masuk melalui lubang-lubang segitiga menambah nuansa spiritual, seolah tamu berada di dalam stupa yang megah.

Secara keseluruhan, Artotel Leguna Magelang menjadi contoh bagaimana arsitektur dapat menggabungkan inspirasi budaya dengan fungsi praktis. Hotel ini tidak hanya menawarkan kenyamanan, tapi juga pengalaman visual yang memikat, menampilkan keindahan arsitektur tradisional Indonesia dalam konteks modern.

Keberhasilan Andra Matin dalam merancang hotel ini menunjukkan bahwa desain yang terinspirasi dari warisan budaya dapat meningkatkan efisiensi energi sekaligus menciptakan ruang yang menarik bagi pengunjung. Dengan memanfaatkan cahaya alami dan sirkulasi udara, Artotel Leguna Magelang menjadi contoh inovatif dalam industri perhotelan.

Artotel Leguna MagelangAndra MatinCandi BorobudurAtrium OvalJendela SegitigaEfisiensi EnergiArsitektur Tradisional Indonesia

Komentar

Memuat komentar...