Artotel Leguna Magelang: ke-104 Artotel, Fokus Komunitas
Gambar atau konten salah?
Artotel Leguna Magelang kini hadir di kota Magelang, menandai kehadiran properti ke-104 Artotel Group di Indonesia. Hotel ini dirancang untuk melayani berbagai kalangan, mulai dari generasi milenial, Gen Z, hingga pejabat pemerintah dan keluarga yang mengunjungi Akademi Militer (Akmil).
Menurut General Manager Artotel Leguna Magelang, Rico Setiawan, hotel ini menargetkan pasar yang mixed, yakni campuran antara milenial, Gen Z, dan pemerintahan. Ia juga menekankan pentingnya membangun hubungan erat dengan komunitas lokal Magelang.
"Artotel ini kan sangat lekat dengan seni, dengan komunitas, dengan daerah dimana hotel itu dibangun. Kita memang memberdayakan masyarakat lokal, komunitas lokal supaya bisa berkolaborasi dengan hotel. Kolaborasi dengan komunitas itulah yang nantinya kita bisa menghadirkan bisnis yang lebih besar," ucap Rico, Sabtu (25/4).
Segmen utama hotel tetap berasal dari sektor pemerintahan dan swasta, namun tidak menutup peluang pasar lain. Rico menjelaskan bahwa Magelang terletak di tengah-tengah antara Yogyakarta dan Semarang, sehingga dapat menarik pengunjung yang mencari alternatif selain dua kota besar tersebut.
"Magelang ini juga kan di tengah-tengah antara Jogja dan Semarang. Kita stealing market dikit-dikit dari dua kota yang sudah lebih mature. Sekarang ini Magelang juga menjadi salah satu destinasi, dimana orang sudah mulai Jogja macet nih, udah terlalu padat, Semarang juga terlalu padet. Nah konsep slow living Magelang ini yang jadi daya tarik," terang Rico.
Magelang memiliki karakter unik dibandingkan Semarang dan Jogja. Kota ini menawarkan suasana yang lebih tenang, dengan pasar tradisional yang tidak padat. Selain itu, ikonnya candi Borobudur menambah daya tarik wisata.
"Beda karakter antara Jogja, Semarang dan Magelang. Magelang its very different, walaupun satu rumpun. Kita bisa sarapan di pasar, nggak ada macet, bulan-bulan Oktober, November, Desember bahkan kabut turun di kota Magelang. It's very beautiful. Udaranya masih bersih, banyak yang bisa dieskplor," ungkap Rico.
Selain itu, Akademi Militer menjadi salah satu penyumbang permintaan akomodasi besar. Setiap tahun, Akmil menggelar acara besar seperti retreat dan wisuda, yang memerlukan fasilitas hotel yang memadai.
"Kalau bicara segmen, selain pemerintahan pasti, kemudian Akademi Militer dengan kegiatan-kegiatan retreat, wisuda dan sebagainya itu juga sangat banyak di Magelang. Yang sekolah Militer ini kan sudah jadi orang besar, tapi kangen buat balik ke sini untuk nostalgia. Itu juga jadi salah satu market kita, selain yang umum-umum," pungkas Rico.
Dengan strategi kolaborasi lokal, konsep slow living, dan akses mudah antara dua kota besar, Artotel Leguna Magelang berusaha menjadi pilihan utama bagi wisatawan dan pelaku acara di wilayah ini. Hotel ini tidak hanya menawarkan penginapan, tetapi juga pengalaman yang terhubung dengan budaya dan komunitas Magelang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
