Australia Pindah ke Bali, Nusa Dua Terima Tambahan Wisata
Gambar atau konten salah?
The Nusa Dua menyaksikan perubahan pola kunjungan wisatawan asal Australia akibat ketegangan di Timur Tengah. Banyak pengunjung yang sebelumnya merencanakan liburan ke Eropa kini membatalkan rencana tersebut dan memilih Bali sebagai tujuan alternatif. General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, mengamati pergeseran ini sudah jelas dalam tiga bulan terakhir.
“Kalau kita melihat selama tiga bulan ini, masih tertinggi oleh Australia. Jadi kami sudah prediksi, karena banyak wisatawan Australia sebetulnya yang cancel ke Eropa. Jadi itu juga bisa menambah kunjungan ke Indonesia khususnya,” ujarnya pada hari Jumat, 17 April 2024.
Data kunjungan juga memperlihatkan peningkatan. Pada Maret 2026, jumlah wisatawan di kawasan tersebut naik sekitar 4‑5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. “Kalau dibandingkan Maret tahun 2025 sama Maret 2026, kita ada kenaikan kurang lebih 4‑5%. Jadi itu sebetulnya kondisi yang cukup bagus,” jelasnya.
Agus menambahkan bahwa faktor geopolitik bukan satu-satunya penyebab. Iklim tropis dan musim di Australia juga memengaruhi keputusan. “Australia itu biasanya, dia kalau di daerahnya mulai musim dingin, dia pasti akan ke Indonesia. Kemudian orang Australia itu, sebenarnya di tempatnya dia itu kan banyak pilihan, tapi suasana katulistiwa itu memang tidak ditemukan di negara dia. Jadi salah satu pilihannya adalah ke Bali selain Bangkok,” jelasnya.
Walaupun infrastruktur di Bangkok masih dianggap lebih unggul, Bali tetap menjadi destinasi favorit bagi wisatawan Australia. Saat ini, kunjungan Australia masih mendominasi The Nusa Dua, diikuti oleh Rusia dan China. Agus mengingatkan pelaku pariwisata di Bali untuk tetap waspada terhadap dinamika global, termasuk kenaikan harga avtur yang dapat berdampak pada industri penerbangan. “Jadi geopolitiknya masih berlangsung, kemudian diikuti oleh naiknya harga avtur, karena maskapai pun cukup merasa tertekan terkait dengan harga yang tinggi. Kita mesti mengantisipasi itu, tetapi kita harus optimis,” ungkapnya.
Perubahan pola perjalanan ini menandai pergeseran preferensi wisatawan Australia, yang kini lebih memilih pengalaman tropis di Bali daripada destinasi Eropa. Dampak geopolitik dan faktor iklim tetap menjadi pendorong utama, sementara tantangan harga avtur menuntut kesiapan industri pariwisata untuk menyesuaikan strategi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Jatiluwih: Turis Asia Domestik Naik, Barat Turun Pasar Konflik
Pendaki Terjatuh di Gunung Semeru, Evakuasi Sempat Lama
Allo PayLater dan Allo Prime Diskon 20% di Trans Studio
Prabowo Aktifkan Bandara Husein, Bandara Kertajati Terancam
Bandara Husein Siap Kembali, Kertajati Tertinggal
BookCabin Travel Fair Jakarta: Promo Umrah & Flash Sale 2026
Berita Terbaru
SIM Keliling Kembali Operasi di Badung dan Buleleng Pusat
Italia 1-0 Luksemburg, Baldini Raih Kemenangan Muda
Belanda Kalah 0-1 dari Aljazair, Persiapan Piala Dunia 2026
Zodiak Cancer 4 Juni 2026: Hari Ramai Air dan Keberuntungan
Zodiak Virgo 4 Juni 2026: Hari Bintang, Peluang Romantis & Karier
Zodiak Aries 4 Juni 2026: Energi Baru dan Peluang Cinta
Zodiak Libra 4 Juni 2026: Keseimbangan Hari, Cinta, Karier & Kesehatan
Zodiak Scorpio 4 Juni 2026: Panduan Hari Terbaik Hari
Zodiak Leo 4 Juni 2026: Energi Matahari Menuntun Hari Anda
Zodiak Gemini: 4 Juni 2026, Hari Dinamika Kencan dan Karier
