Avalon: Benda Mencurigakan Terdeteksi—Keamanan Dipertanyakan
Gambar atau konten salah?
Lara Victoria, Australia – Pekan lalu, kepanikan sempat melanda Bandara Avalon ketika polisi dan tim penjinak bom dikerahkan setelah diduga seorang penumpang membawa bahan peledak militer dalam bagasi. Robot Bomb Response Unit memeriksa barang tersebut selama empat jam, lalu menemukan bahwa benda mencurigakan itu hanyalah alat penghilang rambut laser dan wadah cokelat panas.
Insiden ini menyoroti kembali keamanan di Bandara Avalon, bandara terbesar kedua di Melbourne. Sebelumnya, pada Maret 2025, bandara tersebut juga menjadi sorotan setelah dugaan percobaan pembajakan oleh seorang pria yang masuk lewat pagar keamanan.
Menurut ABC News, serangkaian insiden di bandara Australia memicu pembahasan tentang standar keamanan penerbangan. Pada 2018, Pemerintah Australia mengeluarkan hampir 300 juta AUD (Rp 3,83 triliun) setelah rencana serangan teror gagal terhadap penerbangan Etihad dari Sydney.
Keamanan bandara di Australia berbeda-beda tergantung kategori bandara. Bandara besar di kota utama memiliki pengamanan lebih ketat dibanding bandara regional kecil. Penetapan klasifikasi bandara yang dikendalikan keamanannya didasarkan pada profil risiko keseluruhan bandara, kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Australia. Penilaian itu mencakup jenis layanan penerbangan, kapasitas pesawat, volume penumpang, hingga keberadaan layanan internasional.
Perbedaan standar keamanan memengaruhi biaya operasional. Bandara besar menghabiskan ratusan juta dolar Australia untuk teknologi pemindai terbaru, sementara bandara regional harus menanggung sendiri biaya peningkatan keamanan saat statusnya naik. Bandara Burnie di Tasmania, misalnya, diperkirakan membutuhkan hingga AUD 30 juta (Rp 383 miliar) untuk pemasangan sistem keamanan baru dan AUD 2,5 juta (Rp 31 miliar) biaya operasional per tahun. Pengelola bandara menyebut kondisi itu bisa membuat tiket penerbangan naik hingga AU D170 (Rp 2,1 juta) per penumpang.
Pakar keamanan penerbangan, Steve Lawson, mengatakan biaya keamanan menjadi tantangan besar bagi bandara kecil. Jika mereka diminta memasang peralatan yang terlalu mahal, pemerintah biasanya membantu pembelian. Namun salah satu masalah terbesar adalah kebutuhan staf dan biayanya, lanjutnya. Lawson menilai standar keamanan penerbangan Australia tetap termasuk yang terbaik di dunia. Saya bisa mengatakan dengan yakin, keamanan bandara Australia lebih baik dibanding 99,9 persen negara lain, tegas Lawson.
Dengan biaya keamanan yang tinggi, bandara regional harus mencari solusi kreatif. Pemerintah daerah seringkali memiliki anggaran terbatas, sehingga bantuan pemerintah menjadi penting. Meski audit pemerintah sebelumnya menyoroti lemahnya pencatatan data keamanan bandara, Lawson tetap optimis. Ia menegaskan bahwa keamanan bandara Australia masih unggul dibanding sebagian besar negara lain, meski tantangan biaya tetap ada.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
