Axelsen Mundur, Akibat Cedera Punggung yang Tidak Tergapai
Gambar atau konten salah?
Viktor Axelsen, mantan nomor satu dunia bulutangkis asal Denmark, mengumumkan pensiun pada 15 April 2026. Keputusan ini diambil setelah cedera punggung yang terus mengganggu performanya tidak kunjung membaik.
“Hari ini bukan hari yang mudah bagi saya. Akibat masalah punggung yang terus menerus menimpa saya, saya tidak lagi dapat berlomba dan berlatih di tingkat tertinggi,” tulis Axelsen di akun media sosialnya.
Ia menjelaskan bahwa telah menjalani berbagai upaya pemulihan. Setelah operasi endoskopi, banyak suntikan, metode latihan baru, dan perawatan, ia tetap berusaha bebas dari rasa sakit. “Saya disarankan untuk fokus pada kesehatan jangka panjang saya,” lanjutnya.
Axelsen mengakui bahwa keputusan ini tidak mudah. “Tetapi saya kini telah mencapai titik dimana tubuh saya tidak memungkinkan saya untuk melanjutkan (bermain),” ujarnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukungnya. “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua dokter, spesialis, dan pelatih saya yang telah berusaha menemukan solusi,” kata ia.
Menjelaskan perjalanan kariernya, Axelsen menegaskan tidak menyesal. “Sejak hari pertama saya memegang raket, saya tahu mimpi saya adalah menjadi yang terbaik di dunia. Saya telah menyerahkan semua yang saya miliki untuk olahraga ini dalam usaha mencapai tujuan itu setiap hari, setiap sesi, setiap pertandingan,” ujarnya.
Ia menilai bulutangkis memberi banyak pelajaran hidup. “Dan melalui semua itu, badminton telah mengajarkan saya pelajaran yang jauh melebihi olahraga. Pelajaran tentang disiplin, pengorbanan, ketahanan, dan siapa saya sebagai seorang manusia,” tambahnya.
Keputusan pensiun Axelsen mendapat respon positif dari sesama pemain. Jonatan Christie, yang sering berkompetisi dengannya, mengucapkan selamat di kolom komentar media sosial Axelsen. “Selamat menikmati masa pensiun, Champ. Merupakan suatu kehormatan bisa bermain bersama Anda di lapangan. Sampai bertemu dan semoga beruntung di bab selanjutnya,” tulis Jonatan.
Selama karier, Axelsen menjadi rival berat bagi Christie. Dari 16 pertemuan, Christie hanya menang dua kali, di French Open 2019 dan Malaysia Open 2019.
Keputusan Viktor Axelsen menegaskan bahwa kesehatan jangka panjang lebih penting daripada melanjutkan kompetisi di level tertinggi. Ia menutup pernyataan dengan rasa bangga atas pencapaian, sekaligus rasa terima kasih atas dukungan yang telah ia terima sepanjang perjalanan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Aksi Unjuk Rasa LMP MBG di Sumut: Tuntut Evaluasi Program
Ratusan Warga LMP MBG Mengunjungi Gubernur Sumatera Utara
Polda Sumut Rotasi Kasat Reskrim dan Narkoba di Polres
Mojtaba Khamenei: Trump Manfaatkan Posisi Tawar untuk MOU
Gejala Awal Gagal Ginjal: Kaki Bengkak, Urin Berbusa
Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan Tertunda, Masih Tertutup
Berita Terbaru
Suporter Meksiko & Korea Bersahabat di Piala 2026
Lenovo Tech Day: AI Terpusat Manusia, ROI 2,86x di Jakarta
20 Perguruan Tinggi QS 2026 Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru
DPRD Bali Serahkan Rekomendasi Pengelolaan PT BTID & Hutan
Gyro II Tutup Setelah 45 Tahun, Resep Saus Putih Terbagi
Hotel Sultan GBK Dibeberkas, Pemerintah Fokus Karyawan
Harry Kane Menyamakan Rekor Lineker di Piala Dunia
