Bandara Husein Diaktifkan, Akses Tol Pasteur Ditambah

Bayu K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 77 dibaca
Bisik.id
Bandara Husein Diaktifkan, Akses Tol Pasteur Ditambah

Gambar atau konten salah?

Bandara Husein Sastranegara di Bandung kembali menjadi fokus pemerintah kota setelah usulan reaktivasi yang diprakarsai oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Dalam pertemuan pagi Rabu (27 Mei 2026), Farhan mengemukakan rencana akses baru yang menghubungkan Exit Tol Pasteur langsung ke kawasan PTDI. Ide tersebut bertujuan memperbaiki konektivitas menuju bandara yang sebelumnya mengalami penurunan lalu lintas.

Menurut Farhan, rencana tersebut akan memudahkan kendaraan yang menuju bandara. “Intinya, kita ingin mengembalikan kejayaan Bandara Husein yang di tahun 2019 traffic-nya itu sekitar 3,8 juta orang, 3 juta penerbangan domestik, 800.000 penerbangan internasional,” ujarnya. Ia menekankan bahwa data tersebut berasal dari statistik resmi dan menjadi dasar bagi upaya revitalisasi.

Farhan menambahkan bahwa persiapan detailnya sudah sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat. Namun, ia menyatakan bahwa diskusi telah dimulai pada malam sebelumnya. “Kami akan melakukan beberapa perbaikan, termasuk jalan masuk dan sarana‑prasarana,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa semua perbaikan akan disesuaikan dengan kebutuhan operasional bandara.

Dalam penjelasan lebih lanjut, Farhan menggambarkan rute baru secara detail. “Jadi jalan arah keluar tol melalui PTDI, langsung ke bandara. Pokoknya mah yang dari Pasteur tuh sebelum gerbang tol, belok kiri, itu kan melalui kompleks TNI AU, itu akan dibuat jalan pas ke situ. Sehingga nanti aksesnya bisa lebih mudah,” kata dia. Ia menekankan pentingnya akses yang lancar untuk meningkatkan volume penumpang.

Farhan menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan bahwa traffic keluar masuk Bandara Husein akan lebih baik dari sebelumnya. Ia menyoroti bahwa perbaikan akses dapat mempengaruhi efisiensi operasional bandara secara keseluruhan.

Di sisi lain, Farhan juga mengungkapkan rasa syukurnya atas penyelesaian Flyover Nurtanio. Jalan layang tersebut akan memudahkan kendaraan ketika keluar masuk Bandara Husein. Ia menyebutkan bahwa infrastruktur ini menjadi komponen penting dalam rencana reaktivasi.

Menurut analisisnya, pertumbuhan ekonomi Kota Bandung sangat dipengaruhi oleh sektor transportasi, khususnya Bandara Husein. “Data BPS menunjukkan bahwa salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Kota Bandung adalah sektor transportasi, khususnya Bandara Husein,” ujar Farhan. Ia juga menyinggung peran Yogyakarta dalam konteks regional.

Farhan menambahkan bahwa kedua kota tersebut berada di bawah pengawasan TNI AU yang kini memiliki kekuatan operasional yang signifikan. Ia menekankan bahwa koordinasi antara pemerintah daerah dan TNI AU menjadi kunci dalam pelaksanaan proyek ini.

Walaupun sudah ada rencana awal, Farhan masih menunggu arahan lebih lanjut mengenai detail reaktivasi. Ia menyatakan bahwa penerbangan di Bandara Husein tetap terbatas, sehingga perlu persiapan matang sebelum peluncuran kembali.

Farhan menutup pernyataannya dengan harapan bahwa semua persiapan akan selesai sebelum masuk anggaran APBD 2027. “Nah eta belum tahu, pokoknya mah kita siap sedia aja. Kita beresin jalannya dulu sarana prasarana, tempat parkir dan akses yang baik. Mudah‑mudahan bisa masuk APBD 2027 doakeun, ya,” ujarnya.

Secara keseluruhan, rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara menandai langkah strategis pemerintah kota Bandung untuk meningkatkan mobilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi melalui perbaikan infrastruktur transportasi. Dengan akses baru dari Exit Tol Pasteur dan penyelesaian Flyover Nurtanio, harapan akan peningkatan volume penumpang dan penerbangan di bandara ini semakin realistis.

Bandara Husein SastranegaraReaktivasi BandaraAkses Tol PasteurFlyover NurtanioTNI AUPertumbuhan EkonomiAPBD 2027

Komentar

Memuat komentar...