Bandara Teruel Jadi Tempat Parkir Pesawat Konflik Timur
Gambar atau konten salah?
Bandara Teruel, yang terletak di pedesaan Aragon, Spanyol Timur, telah menjadi tempat perlindungan bagi pesawat yang terpengaruh oleh ketegangan di Timur Tengah. Ketegangan ini tidak hanya mengganggu jadwal penerbangan, tetapi juga memaksa maskapai mencari lokasi aman untuk memarkir pesawat.
Selama pandemi Covid‑19, bandara ini pernah menampung sekitar 140 pesawat selama dua tahun. Setelah pandemi mereda, operasi bandara kembali normal dengan rata-rata hanya dua pesawat per hari. Namun, dengan penutupan wilayah udara di Timur Tengah, rute penerbangan terganggu, dan maskapai kembali memanfaatkan Teruel sebagai tempat parkir sementara.
Menjelang akhir pekan, khususnya pada Jumat, tercatat sekitar 10 pesawat berbadan lebar dijadwalkan tiba di bandara tersebut. Sebagian besar milik Qatar Airways, termasuk model Airbus A380, A350, dan Boeing 787. Pada Sabtu, jumlah pesawat yang diperkirakan datang mencapai sekitar 20 unit, menandakan kembali peran Teruel sebagai tempat perlindungan bagi pesawat yang terdampak gangguan penerbangan global.
“Ini tidak wajar,” kata Alejandro Ibrahim, manajer umum Bandara Teruel. “Perusahaan‑perusahaan sedang merevisi armada dan rute mereka dan mencari tempat yang lebih aman untuk memarkir pesawat mereka, dan Eropa memenuhi kriteria tersebut,” tambahnya.
Bandara ini memiliki kapasitas untuk 250 pesawat berbadan lebar dan hingga 400 pesawat berbadan sempit. Karena tidak menangani penumpang, pesawat dapat terparkir tanpa masalah di landasan. Ibrahim menegaskan bahwa bandara telah bertindak sebagai tempat perlindungan dan mendukung transportasi udara global.
Operator Teruel Airport menyatakan bahwa mereka tidak dapat memastikan berapa banyak pesawat tambahan yang akan tiba selama konflik berlangsung, karena situasi sangat bergantung pada perkembangan kondisi dan keputusan masing-masing maskapai. Beberapa maskapai dari Timur Tengah yang rutin melayani rute ke Eropa memang termasuk di antara klien tetap bandara tersebut, tetapi pergerakan pesawat saat ini bersifat tidak pasti.
“Kami bekerja dari minggu ke minggu karena tidak ada kepastian dan itu sangat bergantung pada perusahaan... bagaimana semua ini dapat berkembang dalam beberapa bulan mendatang,” kata Ibrahim. Fokus utama bisnis bandara adalah layanan perawatan pesawat dengan waktu pengerjaan cepat. “Yang lebih disukai untuk bisnis adalah kontrak perawatan dengan waktu penyelesaian cepat yang merupakan pekerjaan rutin bandara,” tambahnya.
Dia juga menegaskan harapannya agar situasi segera membaik. “Yang kami inginkan adalah (konflik) berakhir, karena bisnis penting kami adalah perawatan pesawat. Semakin banyak pesawat terbang, semakin besar aktivitas bandara kami,” ujarnya.
Bandara Teruel, yang terletak 300 km (185 mil) dari Madrid, kini menjadi titik penting bagi maskapai yang mencari tempat aman untuk memarkir pesawat. Dengan kapasitas yang cukup besar dan fasilitas yang mendukung, bandara ini mampu menampung pesawat dalam jumlah signifikan tanpa mengganggu operasional harian.
Bandara Teruel menjadi contoh bagaimana fasilitas kecil di pedesaan dapat memainkan peran penting dalam jaringan penerbangan global, terutama ketika konflik di wilayah lain menimbulkan ketidakpastian bagi maskapai. Dengan layanan perawatan yang cepat dan kapasitas parkir yang luas, bandara ini siap mendukung kebutuhan maskapai di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bayi Orangutan Sumatera Lahir di Cagar Alam Jantho 2026
Serenada Enchanting Valley: Konser Musik di Puncak Bogor
Kemenpar Luncurkan Program Penertiban Akomodasi 2026
Prabowo Buka Penerbangan Bandara Bandung & Yogyakarta
Bandara Adisutjipto Tak Perlu Direaktivasi, YIA Cukup
Empat Anakan Harimau Sumatra Lahir di Taman Safari Prigen
Berita Terbaru
Real Madrid Siap Tambah Bek: Konate, Dumfries, Mourinho
Pasangan Ganda Putri Raih Kemenangan di Indonesia Open 2026
Cisco Luncurkan Foundry Security Spec untuk Keamanan AI
PMDSU 2026: Beasiswa Magister‑Doktor Terbuka, Nambah Riset
BP3D Luncurkan Program Infrastruktur di Daerah Jauh
Menteri Keuangan: Rupiah Menurun, BI Jaga Stabilitas
