Bandung Perlu Sistem Pemilahan Sampah Lokal agar TPA Tenang
Gambar atau konten salah?
Di Kota Bandung, masalah sampah masih menjadi tugas yang belum terselesaikan secara signifikan. Pemerintah kota didorong agar menangani masalah ini sejak hulu, sehingga tidak hanya mengandalkan TPA Sarimukti.
Setiap harinya, timbulan sampah di Bandung mencapai 1.500 ton. Dari jumlah tersebut, hanya 980 ton yang dapat diangkut ke TPA Sarimukti. Sisa timbulan harus diatasi secara mandiri oleh daerah.
Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Andri Rusmana, menegaskan perlunya langkah konkret dalam pengelolaan sampah. Ia menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan agar masyarakat dapat mengelola sampah di rumah tangga.
“Bangun sistem pemilahan sampah dari sumbernya. Edukasi dan pengawasan harus diperkuat agar masyarakat mulai membiasakan pemilahan organik dan anorganik sejak dari rumah,” katanya, Kamis (12 June 2026).
Andri menambahkan bahwa perlu ada sistem untuk memperketat timbulan sampah di wilayah. Ia menekankan pengurangan volume sampah yang masuk ke TPS maupun TPA melalui pengolahan di tingkat lokal.
“Percepat penyelesaian pengolahan sampah, khususnya sampah organik, karena komposisi terbesar sampah Kota Bandung adalah organik. Jika ini selesai di tingkat lokal melalui maggot, komposter, biodigester, dan rumah olah organik, maka beban ke TPA akan jauh berkurang,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Bandung tidak boleh terus bergantung penuh kepada TPA. Pengurangan sampah dari hulu harus menjadi gerakan bersama dan masuk dalam prioritas kebijakan serta penganggaran daerah.
“Kota Bandung tidak boleh terus bergantung penuh kepada TPA, pengurangan sampah dari hulu harus menjadi gerakan bersama dan masuk dalam prioritas kebijakan serta penganggaran daerah,” katanya.
Andri menutup dengan menggarisbawahi bahwa solusi sampah tidak cukup hanya memindahkan sampah dari TPS ke TPA. Dibutuhkan perubahan sistem secara menyeluruh, mulai dari pemilahan, pengolahan, hingga keberanian pemerintah provinsi mengambil kebijakan regional yang adil dan berpihak kepada masyarakat.
“Jadi solusi sampah tidak cukup hanya memindahkan sampah dari TPS ke TPA, yang dibutuhkan adalah perubahan sistem secara menyeluruh, mulai dari pemilahan, pengolahan, hingga keberanian pemerintah provinsi mengambil kebijakan regional yang adil dan berpihak kepada masyarakat,” pungkasnya.
Dengan data dan ajakan Andri, jelas bahwa pengelolaan sampah di Bandung memerlukan pendekatan holistik, mulai dari edukasi di rumah hingga kebijakan regional yang mendukung.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BBM Non-Subsidi Bandung Naik, Beban Kelas Menengah Tertambah
Gubernur Jawa Barat Maaf atas Kontroversi PCMB dan SPMB
Bandung Zoo Siap Operasi, Menunggu Izin Faunaland Kota
Tyo Nugros Dilarang Keluar, Konser Dewa 19 di Malaysia Gagal
Prabowo Tetap Pakai Pindad Maung Meski Kendala di Presiden
Ibu‑ibu Bandung Demo SPMB, Tuntut Proses Lebih Jelas
Berita Terbaru
Nasi Jaha Manado: Hidangan Khas dengan Aroma Smoky dan Pedas
Pindad Siapkan Mobil Nasional dengan TKDN Tinggi Indonesia
Yamaha Tawarkan MX King 150 Prima Pramac Terbatas Jakarta
Piala Dunia 2026!: Jadwal Lengkap, 48 Tim, 12 Grup
PU Tuntut Tambahan Rp121 Triliun 2027 agar proyek selesai
Baker Kembar Siap Bertarung di Semifinal AFF U-19 2026
Ojek Online: Potongan 20% Padahal Perpres Tetapkan 8% di Lapangan
Knicks Menang Tipis 107-106, Unggul 3-1 di Final NBA 2026
