Banjir Rob Tenggelam Tambak Ikan, Kerugian Rp 50 Miliar

Bayu K. · 2 min baca · 1 jam lalu · 28 dibaca
Bisik.id
Banjir Rob Tenggelam Tambak Ikan, Kerugian Rp 50 Miliar

Gambar atau konten salah?

Banjir rob menenggelamkan tambak ikan di sepuluh desa di Kabupaten Pati. Luas total yang terendam mencapai 436 hektare, dan para petambak diperkirakan rugi lebih dari Rp 50 miliar.

Hadi Santosa, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pati, menjelaskan situasinya di Pendopo Kabupaten Pati pada Senin, 08 Juni 2026. Ia mengatakan, “Hari ini kita mengidentifikasi tambak yang terdampak rob, itu ada di 10 desa, di dua kecamatan.”

Tambak yang terkena rob tersebar di sepanjang pantai utara wilayah Pati, khususnya di Kecamatan Margoyoso dan Kecamatan Tayu. Hadi menambahkan, “Disini ada tambak di 10 desa yang terkena banjir rob ini.”

Berikut daftar desa yang terdampak:

  • Kecamatan Margoyoso – Margotuhu, Sekarjalak, Margoyoso
  • Kecamatan Tayu – Donorejo, Jempat Kidul, Margomulyo, Keduromo, Tunggulsari, Sambiroto, Jepat Lor

Hadi menyoroti wilayah paling parah terkena banjir rob, yaitu di sekitar Desa Tunggulsari, Margomulyo, Jepat Lur, dan Jepat Kidul. Ia mengatakan, “Terdampak paling parah di sekitar Desa Tunggulsari dan Margomulyo, Jepat Lur, dan Jepat Kidul.”

Menurut data Hadi, 436 hektare di 10 desa terkena banjir rob, yang berarti hampir 40 persen dari luas tambak di wilayah tersebut terendam. Ia menjelaskan, “Untuk tambak yang terdampak itu total 10 Desa itu 436 hektare sekitar 40 persen dari luasan tambak.”

Para petambak sedang menyiapkan panen ikan nila, biasanya menunggu satu bulan untuk hasil terbaik. Namun, karena tambak terkena banjir, mereka tidak dapat memanen sesuai jadwal. Hadi menegaskan, “Para petambak saat ini sebenarnya tengah akan panen ikan nila. Tinggal menunggu 1 bulan ini. Akan tetapi tambak mereka terkena banjir rob.”

Kerugian yang dialami petambak diperkirakan mencapai Rp 50 miliar. Hadi menjelaskan, “Ini rata-rata sebulan lagi akan musim panen, memang ada kerugian. Kerugian ada Rp 50 miliar, melihat kondisi beberapa kali panen tidak bisa maksimal. Petambak kebanyakan ikan nila salim.”

Hadi menyebutkan bahwa kejadian banjir rob ini berlangsung dua tahun terakhir. Ia sudah mengusulkan bantuan kepada petambak yang rugi karena gagal panen. “Kondisi ini sepertinya terjadi sudah sejak tahun kemarin. Untuk yang tahun kemarin sudah kita usulkan kepada BNPB beberapa usulan dari kami itu pertama perbaikan saluran sungai yang ada di tambak tersebut,” ujarnya.

Usulan tambahan meliputi perbaikan jalan usaha di tambak yang tergenang dan rusak. Pada tahun 2025, Pati sudah memberikan bantuan benih pengganti kepada petambak yang ikannya hilang karena rob, meskipun jumlahnya belum cukup memenuhi semua kebutuhan. Hadi menambahkan, “Kita sudah memberikan bantuan benih pengganti pada 2025, meskipun jumlahnya sedikit belum bisa memenuhi semua.”

Saat ini, Hadi sedang mendata ulang kerugian petambak. Ia berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait bantuan penanganan tanggul dan pembuatan tanggul kantong menggunakan kantong plastik. “Kami berkoordinasi dengan BPBD terkait dengan bantuan penanganan tanggul kemudian pembuatan tanggul kantong menggunakan kantong plastik, bantuan kepada petambak yang gagal panen,” ujarnya.

Secara keseluruhan, banjir rob di Pati menimbulkan kerusakan luas dan kerugian finansial besar bagi petambak ikan. Pemerintah daerah telah mengusulkan berbagai upaya perbaikan infrastruktur dan bantuan material untuk mengurangi dampak serupa di masa depan.

Banjir RobTambak IkanKabupaten PatiKerugian Rp 50 miliarBPBDKantung PlastikPerbaikan Infrastruktur

Komentar

Memuat komentar...