Bayi Panda Raksasa Satrio Tampil di Taman Safari Bogor

Lia N. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 88 dibaca
Bisik.id
Bayi Panda Raksasa Satrio Tampil di Taman Safari Bogor

Gambar atau konten salah?

Satrio adalah bayi panda raksasa yang kini dapat dijenguk di Taman Safari Indonesia Bogor. Pada akhir bulan ini, pengunjung dapat menyaksikan tingkah laku menggemaskan si panda muda. Satrio bukan panda biasa bagi Indonesia; ia menjadi panda pertama yang lahir di tanah air.

Penyebab kelahiran Satrio dianggap sebagai tonggak penting dalam upaya konservasi satwa di Indonesia. Nama Satrio diberikan pada Desember 2025 ketika Prabowo Subianto menjamu anggota parlemen China terkemuka. Nama tersebut dipilih sebagai penghormatan terhadap momen penting tersebut.

Program pembiakan Satrio di Taman Safari Indonesia mendapat pujian luas. Dr. Bongot Huaso Mulia, Wakil Presiden Life Science TSI, menyatakan bahwa China mengapresiasi pencapaian tersebut dan mengakui dedikasi TSI dalam pembiakan panda. Ia juga menjelaskan tantangan dalam pembiakan panda, salah satunya adalah sifat individualis hewan ini yang cenderung menghindari hidup berkelompok.

“Apalagi lembaga konservasi seperti kita yang hanya diberi sepasang gitu. Jadi cowoknya nggak bisa milih cewek gitu kan ya. Jadi kalau memang nggak suka ya nggak suka gitu,” kata Bongot.

Untuk mengatasi masalah pencarian pasangan, TSI melakukan penelitian menyeluruh mengenai inseminasi buatan. Proses ini membutuhkan kerja sama tim yang erat antara para ahli dari Eropa, China, dan Indonesia. Hasilnya adalah pengembangan teknik inseminasi yang paling efektif untuk panda.

Pengunjung yang ingin melihat Satrio harus memperhatikan jadwal kunjungan publik yang telah diatur. Panda muda ini berisiko terjatuh, memakan akar rumput atau tanah berbahaya, serta sangat rentan terhadap virus dan bakteri. “Nanti untuk publik sendiri kita mendorong untuk di akhir bulan nanti, di tanggal 30 Mei, untuk sudah bisa dilihat berkala oleh publik. Walaupun mungkin tidak bisa sepanjang hari ataupun ada di luar dan sebagainya, karena sekali lagi itu membutuhkan waktu untuk training,” ujar Bongot.

Selama masa orientasi awal pada 30 Mei, panda yang akrab disapa Rio atau Li Ao dijadwalkan hanya tampil sebentar, sekitar 2 hingga 3 jam setiap hari. TSI optimistis bahwa pada Juni dan Juli, bayi panda ini siap menyambut hangat semua pengunjung selama masa liburan.

Dengan kehadiran Satrio, Taman Safari Indonesia menegaskan komitmennya terhadap konservasi satwa. Program ini tidak hanya menambah nilai edukasi bagi pengunjung, tetapi juga memperkuat kerja sama internasional dalam upaya melestarikan spesies langka. Satrio menjadi simbol harapan bagi generasi panda di Indonesia, sekaligus bukti nyata bahwa upaya konservasi dapat menghasilkan hasil yang nyata.

Satriopanda raksasaTaman Safari Indonesiakonservasi satwapembiakan pandainseminasi buatanChinaPrabowo Subianto

Komentar

Memuat komentar...