Bengkulu Usulkan Pindah Makam Fatmawati ke Tanah Lahirnya
Gambar atau konten salah?
Proses pemindahan makam Fatmawati Soekarno dimulai ketika pemerintah provinsi Bengkulu mengajukan usulan resmi. Tujuannya adalah menempatkan makam Ibu Negara pertama Republik Indonesia di tanah kelahirannya, Bengkulu, sebagai bentuk penghormatan yang mendalam.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, menyatakan, “Kami mengusulkan agar makam Ibu Fatmawati dapat dipindahkan ke Bengkulu, tanah kelahiran beliau,” setelah memimpin rapat dengan organisasi perangkat daerah (OPD) yang bertugas membentuk tim kajian pemindahan makam Fatmawati Soekarno. Usulan ini akan disampaikan kepada pihak terkait, terutama keluarga dan Kementerian Sosial.
Rencana pemindahan menargetkan kompleks Taman Remaja, yang akan direvitalisasi menjadi kawasan terpadu berbasis wisata sejarah. Khairil Anwar menjelaskan, “Area Taman Remaja akan menjadi kawasan terpadu. Selain makam Ibu Fatmawati sebagai destinasi wisata sejarah, juga akan dibangun masjid, jogging track, dan sentra UMKM.”
Fatmawati Soekarno dikenal sebagai penjahit Sang Saka Merah Putih dan istri Presiden pertama Indonesia, Soekarno. Keduanya bertemu saat masa pengasingan Soekarno di Bengkulu dan menikah pada 01 Juni 1943. Setelah itu, Fatmawati menjahit bendera pusaka pada 1944 yang dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan 1945.
Ia lahir di Bengkulu pada 05 Februari 1923 dengan nama asli Fatimah. Ayahnya, Hasan Din, merupakan tokoh Muhammadiyah, dan ibunya, Siti Chodijah. Fatmawati wafat di Malaysia pada 14 Mei 1980 dan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat. Pada tahun 2000, ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 118/TK/2000.
Sebagai bentuk penghormatan, pemerintah Bengkulu telah membangun Monumen Fatmawati di kota tersebut. Monumen ini menjadi salah satu penanda sejarah perjuangan tokoh perempuan yang berperan penting dalam kemerdekaan Indonesia.
Usulan pemindahan makam ini mencerminkan upaya daerah untuk menghargai warisan sejarah dan memperkuat identitas lokal. Dengan menempatkan makam Fatmawati di Bengkulu, diharapkan kunjungan wisata sejarah dapat meningkat, sekaligus mempererat hubungan antara sejarah nasional dan akar budaya daerah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
