Berhenti Kepo, Fokus Ikut Yesus: Panggilan Sejati Umat

Surya B. · 3 min baca · 21 hari lalu · 56 dibaca
Bisik.id
Berhenti Kepo, Fokus Ikut Yesus: Panggilan Sejati Umat

Gambar atau konten salah?

Sabtu, 23 Mei 2026 – Renungan Harian Katolik memulai hari ini dengan mengajak umat untuk mendalami firman Tuhan melalui bacaan liturgi yang disajikan. Fokus utama adalah pada panggilan pribadi untuk mengikuti Yesus, bukan pada keingintahuan tentang urusan orang lain.

**Bacaan I**: Kisah 28:16‑20.30‑31. Dalam teks ini, Paulus menceritakan perjalanan dan pengakuannya di Roma. Setelah tiba di kota itu, ia tinggal di rumah sendiri yang disewa, dipantau oleh seorang prajurit. Tiga hari kemudian, ia mengumpulkan orang-orang Yahudi terkemuka dan berbicara kepada mereka. Ia menyatakan: “Saudara‑saudara, meskipun aku tidak berbuat kesalahan terhadap bangsa kita atau terhadap adat istiadat nenek moyang kita, namun aku ditangkap di Yerusalem dan diserahkan kepada orang‑orang Roma.” Ia melanjutkan: “Setelah aku diperiksa, mereka bermaksud melepaskan aku, karena tidak terdapat suatu kesalahanpun padaku yang setimpal dengan hukuman mati.” Namun, “Akan tetapi orang‑orang Yahudi menentangnya dan karena itu terpaksalah aku naik banding kepada Kaisar, tetapi bukan dengan maksud untuk mengadukan bangsaku.” Ia menutup: “Itulah sebabnya aku meminta, supaya aku melihat kamu dan berbicara dengan kamu, sebab justru karena pengharapan Israellah aku diikat dengan belenggu ini.” Paulus tinggal dua tahun penuh di rumah itu, menerima semua orang yang datang kepadanya, dan tanpa hambatan apa pun ia memberitakan Kerajaan Allah serta mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus.

**Mazmur Tanggapan**: Mzm 11:4.5.7. Mazmur ini mengingatkan bahwa TUHAN ada di dalam bait‑Nya yang kudus; TUHAN, takhta‑Nya di sorga; mata‑Nya mengamat‑amat, sorot mata‑Nya menguji anak‑anak manusia. Ia menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan. Sebab TUHAN adalah adil dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajah‑Nya.

**Bacaan Injil**: Yohanes 21:20‑25. Dalam perikop ini, Petrus berpaling dan melihat murid yang dikasihi Yesus mengikuti mereka. Murid itu, yang duduk dekat Yesus saat mereka makan bersama, bertanya: “Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?” Petrus kemudian bertanya kepada Yesus: “Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?” Yesus menjawab: “Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.” Kabar ini menyebar di antara saudara‑saudara, bahwa murid itu tidak akan mati. Namun Yesus tidak mengatakan kepada Petrus bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: “Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu.” Murid itu menjadi saksi atas semua hal ini dan menuliskannya, sehingga kita tahu bahwa kesaksiannya itu benar. Banyak lagi yang dilakukan Yesus, tetapi jika semuanya harus dituliskan satu per satu, dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis.

**Renungan Hari Ini**: Stop Kepo dan Ikut Yesus. Kata “kepo” kini sering terdengar dalam percakapan sehari‑hari. Asal usulnya berasal dari bahasa Hokkian, Cina, dan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) istilah ini menggambarkan rasa ingin tahu berlebihan terhadap urusan orang lain. Rasa ini bisa tumbuh menjadi sikap sok tahu yang diselubungi rasa kepedulian berlebihan. Tanpa disadari, sikap ini dapat berkembang menjadi kesombongan rohani dan merusak keimanan. Hal ini sering terlewatkan oleh banyak orang.

Petrus, dalam Yohanes 21:20, hampir kehilangan fokus pada panggilan-Nya karena rasa ingin tahu yang besar. Ia terjebak pada pertanyaan tentang rencana Tuhan bagi temannya, padahal Yesus sebelumnya sudah memberikan tugas jelas: menggembalakan domba‑domba-Nya. Rasa ingin tahu ini membuat Petrus sibuk dengan hal‑hal yang tidak penting, sehingga ia tidak lagi berpusat pada Yesus, melainkan pada pikirannya sendiri.

Fenomena serupa sering muncul ketika terjadi kecelakaan lalu lintas. Banyak orang lebih cepat merekam kejadian tersebut daripada menolong korban. Rasa ingin tahu mengalahkan empati. Kita terjebak pada kehidupan orang lain dan lalai menjalankan panggilan kita sebagai pengikut Kristus. Kita ingin mengatur segalanya, bahkan mencoba mengatur Tuhan dengan meminta doa dikabulkan, padahal belum tentu itu yang terbaik bagi kita. Kita dapat merencanakan hidup, tetapi Tuhanlah yang menentukan segalanya. Misteri dan kerahiman-Nya melampaui pemikiran manusia. Kita tidak perlu memahami seluruh rencana Tuhan, karena itu bukan bagian kita. Yang diminta dari kita adalah ikut Tuhan dengan kesetiaan dan ketaatan.

Oleh karena itu, marilah kita belajar untuk tidak sibuk dengan hal‑hal yang tidak membawa kita kepada kebaikan sejati. Fokuslah pada panggilan kita sendiri, setia mengikuti Kristus, dan hidup dalam kasih-Nya setiap hari. Stop Kepo dan Ikut Yesus menjadi panggilan sederhana namun penting bagi setiap umat.

Doa Penutup

Ya Yesus, tambahkanlah kesetiaan kami untuk senantiasa mengikuti Engkau, Sang Kebenaran Sejati dan Juru Selamat kami. Biarkan kami menghidupi iman kami dengan berhenti khawatir dan setia untuk berjalan bersama‑Mu. Amin.

Renungan ini mengajak kita untuk meneliti kembali cara kita memandang kehidupan orang lain dan memfokuskan diri pada panggilan pribadi dalam mengikuti Yesus. Dengan mengurangi rasa ingin tahu yang berlebihan dan meningkatkan kesetiaan, kita dapat lebih hidup dalam kasih Allah dan melaksanakan tugas-Nya di dunia ini.

KepoIkut YesusPanggilan pribadiPetrusYohanes 21Renungan Harian KatolikKebenaran SejatiKesetiaan

Komentar

Memuat komentar...