Berlin Tawarkan Voucher Gratis Saat Turis Bersih Sampah

Rini S. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 85 dibaca
Bisik.id
Berlin Tawarkan Voucher Gratis Saat Turis Bersih Sampah

Gambar atau konten salah?

Berlin menyiapkan kampanye wisata berbeda. Turis dapat menikmati liburan tanpa biaya, asalkan mereka bersedia memungut sampah.

Inisiatif ini dinamakan BerlinPay—gerakan berbasis lingkungan yang terinspirasi dari model serupa di Kopenhagen. Kota ini mengajak pengunjung untuk berpartisipasi lewat voucher musim panas, yang dapat diperoleh setelah mengumpulkan sampah atau mendukung proyek sosial, seperti yang dikutip dari EuroNews pada 19 April 2026.

Siapa pun yang ikut, misalnya dengan menyiapkan tempat pembuangan sampah atau membantu membersihkan area publik, akan mendapatkan imbalan. Hadiah ini bisa berupa tiket masuk museum, diskon di restoran yang berpartisipasi, atau pengalaman unik di Berlin. Tujuannya adalah memberi penghargaan nyata bagi perilaku berkelanjutan.

Kota masih mencari mitra yang tepat. Imbalan harus sepadan dengan usaha yang dikeluarkan. Berlin berharap terciptanya lingkaran kebajikan: orang-orang yang terlibat akan lebih menghargai lingkungan dan tetangga mereka, lalu merasa dihargai kembali. Pengalaman positif ini diharapkan memicu keterlibatan lebih besar.

Di situs visit Berlin, kota menggambarkan model ini sebagai cara mendorong perilaku sadar di dan di atas air. Tema tahunan Berlin adalah pariwisata air. Turis yang ingin voucher liburan dapat mengumpulkan sampah, mempercantik lingkungan, atau mendukung proyek sosial, lalu menerima penghargaan dari mitra yang berpartisipasi.

Berlin kini membuka peluang bagi perusahaan dan inisiatif yang ingin bergabung. Fokusnya pada lembaga yang berhubungan dengan lanskap perairan Berlin: penyedia mobilitas, operator olahraga air, restoran, serta lembaga budaya dan pendidikan. Penawaran akan fleksibel, mulai dari tambahan kecil hingga promosi khusus.

Masalah sampah terus meningkat. Pembuangan sampah ilegal—seperti furnitur bekas dan mesin cuci tua—hampir tidak dapat disalahkan pada pengunjung. Biaya membersihkan sampah ilegal mencapai sekitar 13,1 juta euro tahun lalu, naik dari 10,3 juta euro tahun sebelumnya, menurut laporan dinas kebersihan kota. Kantor ketertiban umum di distrik Neukölln melaporkan 15.000 pengaduan per tahun terkait sampah.

Selain sampah besar, puntung rokok dan kemasan kecil juga menambah penumpukan di ruang publik. Para politisi Berlin merespons dengan tindakan lebih tegas. Pendekatan utama adalah peningkatan denda. Pembuangan sampah besar ilegal dapat dikenai denda 1.500–11.000 euro tergantung volume, dan sanksi 15.000 euro untuk sampah berbahaya. Kota juga meningkatkan inspeksi dan menambah staf di kantor ketertiban umum, supaya pelanggar dapat ditangkap lebih sering dan peraturan ditegakkan lebih konsisten.

Konsep serupa sudah berjalan di Kopenhagen sejak 2024. Di bawah skema CopenPay, wisatawan diberi hadiah seperti perjalanan perahu atau penyewaan sepeda gratis untuk perilaku berkelanjutan. Voucher tersedia bahkan jika pengunjung dapat menunjukkan perjalanan kereta api, bukan pesawat terbang.

Survei Wonderful Copenhagen, organisasi pariwisata wilayah ibu kota Denmark, menunjukkan bahwa program CopenPay mendorong 70 persen wisatawan mengadopsi kebiasaan ramah lingkungan. Pengunjung yang memisahkan sampah, menggunakan transportasi umum, dan memilih kegiatan seperti bersepeda atau lokakarya keanekaragaman hayati dapat mengharapkan voucher. Pada uji coba 2024, 5.000 wisatawan berpartisipasi pada musim panas berikutnya, dan jumlahnya sudah mencapai 25.000. Penyelenggara melaporkan peningkatan 59 persen dalam penyewaan sepeda dan minat kuat dari kota-kota di seluruh Eropa.

Berlin berharap model ini dapat meniru keberhasilan Kopenhagen. Dengan menggabungkan insentif finansial dan pengalaman unik, kota ini ingin memotivasi turis untuk berkontribusi pada kebersihan lingkungan. Sementara itu, penegakan hukum yang lebih ketat akan menurunkan jumlah sampah ilegal, mengurangi biaya pembersihan, dan memperbaiki citra kota.

Program ini menempatkan Berlin sebagai contoh kota yang menggabungkan pariwisata dan keberlanjutan. Melalui voucher, denda, dan kolaborasi dengan mitra lokal, Berlin mencoba menciptakan hubungan saling menguntungkan antara pengunjung, penduduk, dan lingkungan. Hasilnya, kota berpotensi menjadi destinasi yang lebih bersih dan ramah bagi semua pihak.

BerlinPayvoucher wisatasampah ilegalpariwisata airinsentif turisKopenhagendenda sampah

Komentar

Memuat komentar...