Biksu Jepara Lakukan Thudong 16 Orang Menuju Candi Sewu

Mira T. · 2 min baca · 14 hari lalu · 44 dibaca
Bisik.id
Biksu Jepara Lakukan Thudong 16 Orang Menuju Candi Sewu

Gambar atau konten salah?

Sejumlah enam belas biksu memulai perjalanan thudong dari Jepara menuju Candi Sewu di Klaten pada 20 Mei 2026. Mereka berangkat dari Candi Sima di Desa Blingoh, Donorojo. Pada pagi hari, upacara pelepasan dimulai pukul 08.00 WIB di tempat yang telah disiapkan. Selama prosesi, para biksu duduk bersila di panggung, menandai awal perjalanan spiritual mereka.

Perjalanan ini diselenggarakan oleh Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakata Hadiningra, kelompok Paku Buwana XIV Mangkubumi, serta GKR Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng. Acara dibuka oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo, dan dilanjutkan oleh Pengageng Sasana Wilapa Kraton Surakata Hadiningrat GKR Koes Moertiyah Wandansari. Kehadiran Bregada Candra Kalimasada Kodim 0719 Jepara dan Bregada Sura Praja Jepara menambah semarak suasana.

Para biksu dijadwalkan tiba di Candi Sewu pada 31 Mei 2026 untuk menghadiri perayaan Waisak. Menurut salah satu panitia, Romo Winoto, perjalanan thudong ini akan didampingi oleh panitia dan relawan yang mengawal. Ia menjelaskan, "Rencana biksu thudong ada 16 orang, sampai Semarang ditambah 1 orang. Panitia dan relawan sekitar 30 orang dan relawan 40 orang. Jadi total 70 orang," kata dia.

Romo Winoto juga mengungkapkan rencana singgah di beberapa pos. Ia menyebut, "Para biksu thudong itu akan singgah di pos 1 di Bangsri dan menginap semalam. Kemudian pos kedua di Kelenteng Kota Jepara. Yang berikutnya pos singgah di Kelenteng Welahan," ujarnya. Perjalanan berikutnya akan menuju Demak, dengan singgah di Kelenteng Demak, Wihara Mahabodi Semarang, dan Wihara Gunung Kalong.

Di Salatiga, biksu akan mengikuti sejumlah acara dan menginap di rumah dinas Wali Kota Salatiga. Romo Winoto menambahkan, "Kemudian di Salatiga kita singgah di Wihara menginap di rumah dinas Wali Kota Salatiga," kata dia. Dari Salatiga, perjalanan dilanjutkan ke Boyolali dan Klaten, di mana mereka akan menghadiri perayaan Waisak di Candi Sewu.

Selanjutnya, Romo Winoto menjelaskan rencana singgah di Ampel Boyolali, Klaten Vihara Bodhivamsa Klaten, dan Candi Plaosan. Ia menegaskan, "Selanjutnya kita menuju Candi Plaosan. Kita menginap. Paginya kita gabung dengan panitia Waisak Candi Sewu Klaten," kata Romo Winoto.

Perjalanan thudong ini menampilkan jaringan pos singgah yang luas, menegaskan komitmen spiritual para biksu sekaligus mempererat hubungan antar lembaga keagamaan di wilayah Jawa Tengah.

ThudongBiksu JeparaCandi SewuWaisakPengageng SasanaKelenteng JeparaJaringan pos singgah

Komentar

Memuat komentar...