BMKG Prediksi Kemarau Lebih Awal, Lebih Lama di Indonesia

Kartika D. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 58 dibaca
Bisik.id
BMKG Prediksi Kemarau Lebih Awal, Lebih Lama di Indonesia

Gambar atau konten salah?

BMKG mengingatkan warga tentang datangnya musim kemarau tahun ini. Menurut perkiraan, musim kering akan tiba lebih awal dan berlangsung lebih lama dibandingkan kebiasaan. Kondisi cuaca diprediksi lebih kering daripada rata‑rata 30 tahun terakhir.

Direktur Perubahan Iklim BMKG, A. Fachri Rajab, mengajak masyarakat tetap tenang. Ia menegaskan bahwa meski kondisi lebih kering, situasi ini bukan yang paling parah dalam sejarah klimatologi Indonesia. “Jika dibandingkan dengan rata‑rata 30 tahun memang lebih kering, namun bukan berarti yang paling parah. Tahun 1997 dan 2015 tercatat memiliki kondisi yang jauh lebih kering dibanding (prediksi) tahun ini,” kata Fachri dalam konferensi pers prediksi musim kemarau yang digelar BMKG via daring, 14 April 2026.

Fachri juga menjelaskan hubungan El Nino dan musim kemarau. “Musim kemarau bukan disebabkan oleh El Nino, namun musim kemarau saat ini memang datang berbarengan dengan aktifnya El Nino,” ungkapnya. Menurut prediksi BMKG, El Nino mulai aktif pada awal Mei 2026 dengan intensitas lemah. Intensitas tersebut diprediksi akan naik menjadi moderat pada periode Agustus hingga Oktober 2026.

Untuk wilayah Jawa Barat, BMKG mencatat variasi waktu dimulainya musim kemarau. Beberapa daerah akan memasuki masa kering lebih cepat dan lebih lama dari biasanya. “Musim kemarau di Jawa Barat akan ada wilayah datang lebih awal dan priodenya lebih panjang. Begitupun di seluruh Indonesia datangnya beda‑beda,” tuturnya. Prediksi awal kemarau di Jawa Barat sebagai berikut:

  • Jawa Barat bagian barat laut: 2 % pada bulan Maret
  • Jawa Barat bagian utara: 10 % pada bulan April
  • Sebagian besar Jawa Barat: 51 % pada bulan Mei
  • Jawa Barat bagian tengah dan tenggara: 30 % pada bulan Juni
  • 2 % lainnya merupakan tipe 1 musim

Menanggapi prediksi ini, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, mengimbau semua pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Ia menekankan pentingnya langkah mitigasi guna menghadapi periode kering yang lebih panjang. “Masyarakat agar waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan musim kemarau tahun ini,” ujarnya. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan akurasi informasi dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak,” pungkasnya.

Dengan data yang tersedia, BMKG menegaskan bahwa meski prediksi menunjukkan kondisi lebih kering, tidak ada alasan untuk panik. Informasi ini diharapkan membantu warga menyiapkan diri menghadapi musim kemarau yang akan melanda Indonesia pada masa depan.

BMKGmusim kemarauEl NinoJawa Baratkesiapsiagaanprediksikondisi kering

Komentar

Memuat komentar...