Jembatan Kebon Waru Berkarat, Warga Panggil Perbaikan Segera
Gambar atau konten salah?
Di Jalan Jakarta, Kota Bandung, terdapat sebuah jembatan penyeberangan orang (JPO) yang sering dipakai warga. Setiap pagi, anak kecil dengan tangan kecilnya memegang erat tiang pelindung saat menuruni tangga curam. Tangga itu cukup menantang, sehingga mereka melangkah perlahan sampai mencapai puncak jembatan. Bagi sebagian orang, perjalanan ini sudah menjadi rutinitas sehari-hari.
JPO Kebon Waru terletak tepat di depan Rutan Kebon Waru. Dari atas, lalu lintas di Jalan Jakarta terlihat sibuk, kendaraan berganti-ganti di bawah jembatan. Namun, jika dilihat lebih dekat, kondisi fasilitas publik ini jauh dari ideal. Cat yang dulu melapisi struktur jembatan hampir tidak tersisa. Besi-besi penyangga terlihat berkarat, dan atap pelindung beberapa bagian mengelupas serta berlubang. Pada salah satu sisinya, penutup atap sudah hilang sehingga hanya tersisa rangka terbuka.
Usia dan minimnya perawatan terlihat jelas di setiap sudut JPO Kebon Waru. Meski fasilitas ini masih digunakan warga setiap hari sebagai jalur aman menyeberangi jalan yang ramai, kondisinya sudah sangat kusam. Nurhayati, berusia 52 tahun, adalah salah satu pengguna rutin. “Sehari‑hari juga gini, a. Soalnya kalau nyabrang, rawan banget kendaraan kenceng‑kenceng di sini mah,” ujar Nurhayati. Ia bersikap bersedia tetap memakai jembatan meski sudah lama tidak dirawat.
JPO Kebon Waru jarang menjadi pilihan bagi warga sekitar. Fasilitas ini lebih sering digunakan oleh pekerja kantoran di wilayah tersebut dan anak‑anak sekolah. Namun, bagi Nurhayati, jembatan ini tetap menjadi pilihan karena lebar jalannya masih cukup. “Lebar soalnya kalau jarang dipake. Jadi buat saya mah masih kepake banget. Tinggal dibenahi aja biar yang make jembatannya juga enggak reuwas,” tambahnya.
Warga lain yang menggunakan JPO juga mengekspresikan harapan sederhana mereka. Suratman, seorang pedagang berusia 58 tahun, merasa bahwa JPO masih dibutuhkan meski kondisinya belum ideal. Ia harus ekstra tenaga untuk menyeberang, namun merasa lebih aman dibandingkan menyeberang di tengah lalu lintas padat. “Sebenarnya tinggal dibenahin, terus tangganya lebih disesuain lagi biar yang tua‑tua kayak saya juga bisa nyaman lewatnya,” katanya.
Daus, berusia 39 tahun, juga menilai keberadaan JPO masih penting. Ia mengaku bahwa jembatan sudah mendapat perbaikan beberapa bagian pijakan yang dilas beberapa waktu lalu agar lebih aman. Namun, ia menilai upaya tersebut belum optimal jika jembatan bisa lebih nyaman dipandang maupun digunakan. “Tinggal perbaikan aja sih sebetulnya, karena kalau dibongkar juga sayang, kang. Masih dipake jembatannya, masih berguna banget,” pungkasnya.
Setiap warga yang memakai JPO Kebon Waru menekankan perlunya sentuhan perawatan. Mereka tidak meminta fasilitas baru, melainkan perbaikan agar jembatan yang sudah lama berdiri tetap aman, nyaman, dan layak digunakan. Kebutuhan akan perawatan ini menjadi suara bersama dari warga yang masih setia menggunakan jalur ini.
Jembatan penyeberangan orang ini, meski terlihat kusam dan berkarat, masih menjadi pilihan bagi banyak orang. Keterbatasan fasilitas publik ini menyoroti pentingnya perawatan rutin agar infrastruktur tetap dapat melayani masyarakat. Perbaikan yang lebih menyeluruh dan pemeliharaan berkala dapat membuat JPO Kebon Waru menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua pengguna, dari anak kecil hingga warga senior.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
PCMB Jawa Barat Gagal Publikasi Hasil, Tidak Lihat
SMAN 28 Bandung: 600 Minat, Belajar Sementara di SMAN 23
Jawa Barat Tanggung Biaya Sekolah Swasta bagi 70 Ribu Calon Murid
Kendala Situs SPMB 2026 Orang Tua Kesulitan Akses Hasil
Banjir di Jakarta, Ribuan Penduduk Pindah ke Kawasan Tinggi
PKB Jabar Fest 14 Juni: DPAC Jawa Barat Di Arcamanik Youth
Berita Terbaru
Bansos PKH & BPNT 01 Juni 2026: Nominal & Cara Cek
Jembatan Kebon Waru Berkarat, Warga Panggil Perbaikan Segera
Ancelotti Jaga Maroko Sebagai Lawan Brasil Pertandingan
Beasiswa BSI 2026: 80 Paket untuk Warga Pendidikan Banyuwangi
DFB Bagi Biaya Bus 600 Penggemar ke Stadion MetLife
Mourinho Simpan 5 Pemain, Tambah Bek di Real Madrid
McTominay Siap Jadi Andalan Skotlandia Piala Dunia 2026
Sabar-Reza Raih Final Australian Open, Kemenangan Dramatis
Nilai Inggris Tinggi, Anak Sulit Bicara? Natieva Kids Solusi
