BRIN Buka Program DBR Mahasiswa Riset Semikonduktor
Gambar atau konten salah?
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam riset melalui program magang hingga pendidikan pascasarjana berbasis penelitian, yang dikenal sebagai Degree by Research (DBR). Program ini meliputi bidang semikonduktor dan nanoteknologi, dua sektor yang sedang naik daun di Indonesia.
Mahasiswa sarjana dapat mengikuti program magang tugas akhir yang dikelola melalui Manajemen Talenta BRIN. Sementara itu, mahasiswa magister dan doktoral dapat bergabung melalui skema DBR, yang mengintegrasikan kegiatan perkuliahan dengan penelitian. Selain mahasiswa dalam negeri, BRIN juga membuka kesempatan bagi peneliti internasional melalui program postdoctoral researcher dan visiting researcher.
DBR sendiri merupakan program bantuan dana pendidikan yang bertujuan meningkatkan kapasitas talenta riset dan inovasi. Program ini menekankan kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan (litbangjirap) pada jenjang magister dan doktor. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mengerjakan proyek riset yang memiliki dampak nyata.
Dalam paparan yang diikuti oleh mahasiswa Teknik Elektro Universitas Trisakti, Ahli Muda Pusat Riset Sistem Nanoteknologi (PRSN) BRIN, Mohamad Insan Nugraha, menjelaskan potensi besar Indonesia dalam riset semikonduktor. Ia menyatakan, “Indonesia sebenarnya punya potensi besar karena sumber bahan bakunya melimpah, seperti pasir silika, tetapi riset semikonduktornya masih kurang,” katanya. Pernyataan ini menyoroti bahwa Indonesia memiliki bahan baku yang melimpah, namun masih perlu pengembangan riset untuk memanfaatkan potensi tersebut.
Selama kunjungan mahasiswa tersebut pada Selasa, 26 Mei 2023, di fasilitas PRSN BRIN di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) BJ Habibie, Serpong, mahasiswa berkesempatan melihat langsung sejumlah laboratorium BRIN. Laboratorium yang dapat dikunjungi meliputi:
- Laboratorium Semikonduktor dan Thin Film
- Laboratorium Elektrokimia
- Fasilitas sputtering
- Laboratorium Material Dimensi Rendah
- Laboratorium Proses Sintesis
- Laboratorium Karakterisasi Fisika Imaging
BRIN berharap keterlibatan mahasiswa melalui program magang, tugas akhir, maupun DBR dapat memperkuat pengembangan sumber daya manusia riset sekaligus mendorong kemajuan teknologi semikonduktor dan nanoteknologi di Indonesia. Skema-skema yang ditawarkan memungkinkan mahasiswa berkolaborasi langsung dengan peneliti dalam proyek-proyek riset strategis.
Berikut rincian persyaratan untuk mengikuti program DBR BRIN, baik bagi ASN maupun non-ASN:
Persyaratan bagi ASN
- Berstatus PNS dengan pangkat minimal III/a.
- Lulus seleksi masuk program S2 atau S3 di perguruan tinggi tujuan.
- Mendapat rekomendasi dari kepala satuan kerja dan ketua kelompok penelitian BRIN terkait rencana studi dan proposal penelitian.
- Mendapat rekomendasi dari co‑promotor yang berasal dari kelompok penelitian BRIN.
- Belum sedang menjalani hukuman disiplin tingkat sedang atau berat.
- Belum menerima beasiswa tugas belajar dari instansi lain pada periode yang sama.
- Bersedia menyelesaikan studi sesuai jenjang dan tepat waktu.
Persyaratan bagi Non‑ASN
- Memiliki kolaborasi penelitian dengan kelompok riset di BRIN.
- Lulus seleksi masuk program S2 atau S3 di perguruan tinggi tujuan.
- Mendapat rekomendasi dari kepala satuan kerja dan kelompok penelitian BRIN.
- Mendapat rekomendasi dari co‑promotor yang berasal dari BRIN.
- Belum menerima beasiswa tugas belajar dari lembaga lain pada periode yang sama.
- Bersedia menyelesaikan studi sesuai jenjang dan tepat waktu.
Persyaratan Co‑promotor BRIN
- Memiliki kualifikasi pendidikan doktor (S3).
- Berasal dari kelompok penelitian atau instansi BRIN.
- Memiliki bidang kepakaran yang sesuai dengan topik penelitian peserta.
- Aktif dalam kegiatan penelitian, pengembangan, atau pengkajian yang relevan.
- Menjamin keberlangsungan penelitian peserta.
- Mendapat persetujuan dari promotor di perguruan tinggi tujuan.
- Memiliki publikasi internasional dalam 10 tahun terakhir.
- Memiliki H‑Index minimal 3.
Untuk mendaftar program DBR, calon peserta wajib mengunggah sejumlah dokumen berikut:
- Letter of Acceptance (LoA) atau surat penerimaan dari perguruan tinggi tujuan.
- Surat rekomendasi dan dukungan dari kepala satuan kerja.
- Surat persetujuan dari instansi non‑BRIN (jika diperlukan).
- Surat kesediaan co‑promotor.
- Surat kesediaan promotor.
- Surat pernyataan menyelesaikan studi tepat waktu.
- Proposal penelitian yang telah disetujui pihak terkait.
- Biodata peserta.
- Biodata co‑promotor beserta profil Scopus.
- Biodata promotor.
- Ijazah dan transkrip pendidikan terakhir.
Pengeluaran dana untuk DBR dilakukan melalui skema cost sharing. BRIN memberikan bantuan pembiayaan berupa:
- Uang Kuliah Tunggal (UKT).
- Bantuan riset.
Biaya penelitian dan pengembangan lainnya dapat ditanggung oleh satuan kerja asal atau sumber pendanaan lain yang sah. Dengan sistem ini, BRIN memastikan bahwa mahasiswa tidak perlu menanggung seluruh biaya pendidikan dan penelitian.
Program DBR BRIN saat ini bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Daftar perguruan tinggi dalam negeri meliputi:
- Universitas Indonesia (UI)
- Institut Teknologi Bandung (ITB)
- Universitas Gadjah Mada (UGM)
- Universitas Padjadjaran (Unpad)
- Institut Pertanian Bogor (IPB University)
- Universitas Diponegoro (Undip)
- Universitas Hasanuddin (Unhas)
- Universitas Sebelas Maret (UNS)
- Universitas Andalas (Unand)
- Universitas Airlangga (Unair)
- Universitas Brawijaya (UB)
- Universitas Sumatera Utara (USU)
- Universitas Syiah Kuala (USK)
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
- Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
Dan perguruan tinggi luar negeri yang menjadi mitra antara lain:
- Swinburne University of Technology (Australia)
- Universiti Teknologi Malaysia (Malaysia)
- University of Twente (Belanda)
- Tomsk Polytechnic University (Rusia)
- Suranaree University of Technology (Thailand)
- Deakin University (Australia)
- Université Polytechnique Hauts‑de‑France (Prancis)
- Universitas Sains Malaysia (Malaysia)
- Coventry University (Inggris)
- University of Technology Sydney (Australia)
Informasi lebih detail dapat diakses di https://byresearch.brin.go.id/. Sementara itu, peluang magang tugas akhir S1 di BRIN dapat dipantau di https://brin.go.id.
Program ini menempatkan mahasiswa pada posisi strategis untuk mengembangkan teknologi nasional. Dengan dukungan fasilitas laboratorium, dana pendidikan, dan kolaborasi internasional, BRIN berusaha menciptakan ekosistem riset yang berkelanjutan. Melalui DBR, mahasiswa tidak hanya memperoleh gelar, tetapi juga pengalaman praktis yang dapat langsung diterapkan di industri atau lembaga riset. Dengan demikian, Indonesia dapat memperkuat posisi dalam bidang semikonduktor dan nanoteknologi, sekaligus meningkatkan kemandirian teknologi nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Alumni ITB 2018: Waktu Tunggu Kerja dan Wirausaha Singkat
Furtasan Usulkan PTN Seleksi Mahasiswa Hanya Dua Jalur
122 Program Studi Tutup Akhir 2026, Menteri Jelaskan Alasan
UB SNBT 2026: 5.842 Lolos dari 82.613 Pilihan, Ketat
Helm Cerdas ITB Tuntun Pendeteksi Kelelahan Motor
Strip Tes Minyak Babi: Alat Praktis Deteksi Halal Rutin
Berita Terbaru
BEI: Indonesia Tetap Emerging Market, Batal Rumor Frontier
IHSG Turun 2%+; LQ45 Laba Naik 29,9%, Investor Fokus Fundamental
Rumor Pengunduran Purbaya Yudhi Sadewa, Reshuffle Kabinet?
Ossy Dermawan: Solusi Lahan Sawah di Jawa Tengah 2026
Tendon Achilles Menjadi Penanda Kolesterol Tinggi Kesehatan
Buket Brokoli Prewedding Viral, Hemat dan Ramah Lingkungan
